Pembatasan Impor Tembakau Ancam Penurunan Serapan Cengkeh

Jum'at, 03 November 2017 - 13:28 WIB
Pembatasan Impor Tembakau...
Pembatasan Impor Tembakau Ancam Penurunan Serapan Cengkeh
A A A
JAKARTA - Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) menilai kebijakan pembatasan impor tembakau akan berdampak pada penurunan serapan cengkeh di Indonesia.

Sekjen APCI, I ketut Budiman mengatakan, permintaan petani tembakau untuk membatasi impor harus dicermati dengan baik. Kondisi saat ini, pasokan tembakau dalam negeri belum dapat mencukupi kebutuhan industri baik dari sisi kualitas, kuantitas dan varietas.

Pasalnya, apabila industri hasil tembakau tidak mendapat pasokan bahan baku tembakau yang cukup, maka secara otomatis akan terjadi pengurangan kapasitas produksi yang akan berdampak pada pengurangan pembelian cengkeh di dalam negeri. Padahal, seperti yang diketahui bahwa 93% produksi cengkeh nasional diserap oleh industri hasil tembakau.

"Jangan sampai hanya petani tembakau yang dilindungi oleh pemerintah dan petani cengkeh menjadi terganggu, para pemangku kepentingan harus lebih bijaksana dalam mengambil keputusan," kata dia dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Sebagai informasi, pada awal pekan ini Asosiasi Petani Tembakau Indonesia meminta pembatasan impor tembakau kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, hal tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada penurunan serapan cengkeh di Indonesia.

Budiman juga berpendapat bahwa kebijakan pemerintah terhadap pembatasan impor tembakau ini kontradiktif, dimana tembakau yang kurang produksinya dibatasi kuota impornya, sedangkan cengkeh yang produksinya swasembada malah diizinkan kuota impornya terbuka bebas.

"Pemerintah belum bisa melihat masalah pembatasan rokok impor ini secara komprehensif. Selama ini, pemerintah hanya berfokus pada tembakau saja, seharusnya cengkeh juga diperhatikan," sambungnya.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan, dan Minuman (FSP RTMM) Sudarto juga mengatakan, pemerintah sebagai regulator dan pelindung tata kelola industri hasil tembakau harus berdiskusi dengan pabrikan untuk mengatasi kebijakan pembatasan tembakau impor ini.

"Memang tidak semudah membalik telapak tangan. Namun, koordinasi diperlukan supaya tidak perlu terjadi PHK karena produksi harus dihentikan," tutup Sudarto.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Didominasi Perempuan,...
Didominasi Perempuan, Pekerja di Industri Hasil Tembakau Mayoritas Jadi Tulang Punggung Keluarga
Cerita Paino, Kesejahteraan...
Cerita Paino, Kesejahteraan Meningkat hingga Kuliahkan Anak Berkat Bertani Tembakau
Festival Industri Tembakau...
Festival Industri Tembakau Garut 2020 Pacu Pemasaran Produk Hasil Tembakau
Warga Jember Tolak Hari...
Warga Jember Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Produk HPTL Meningkat,...
Produk HPTL Meningkat, Pemerintah Harus Tingkatkan Kajian Ilmiah
Berperan pada Program...
Berperan pada Program Asta Cita, Pemerintah Diminta Lindungi IHT
Berita Terkini
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
9 menit yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
1 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
1 jam yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
10 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
11 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
11 jam yang lalu
Infografis
Trump Serius Ancam Iran...
Trump Serius Ancam Iran dengan Kekuatan Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved