Penerimaan Pajak Baru 68,29%, Ken Minta Warga Gotong Royong

Senin, 06 November 2017 - 14:06 WIB
Penerimaan Pajak Baru...
Penerimaan Pajak Baru 68,29%, Ken Minta Warga Gotong Royong
A A A
SURABAYA - Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiastea meminta masyarakat untuk bergotong royong memenuhi target pajak. Data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyebutkan, hingga Oktober 2017, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp876,58 triliun atau 68,29% dari target penerimaan pajak 2017 Rp1.283,6 triliun.

Alumnus Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang ini mengaku akan berupaya sekuat tenaga agar target bisa terpenuhi. Pihaknya mengakui bahwa, sejak tahun 2008, target pajak tidak pernah terpenuhi. Rata-rata masih dibawah 90%.

“Saya berharap masyarakat bisa gotong royong membayar pajak. Saya sendiri, karena saya petugas pajak, optimistis target penerimaan pajak bisa terpenuhi 100%. Kalau orang lain silahkan pesimis,” katanya usai Diskusi Nasional Perpajakan Sehari di kampus B Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Senin (6/11/2017).

Secara tahunan, realisasi penerimaan pajak turun sekitar 2%. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyebut, penurunan tersebut akibat penerimaan yang tidak berulang. Di antaranya, Uang Tebusan dan PPh Final Revaluasi dan beda waktu pencairan PBB dan PPh Ditanggung Pemerintah (DTP) yang nilainya signifikan.

Pertumbuhan non PPh Migas di luar uang tebusan dan di luar seluruh penerimaan yang tidak berulang dan beda waktu tersebut sebesar 12,6%. Penerimaan DJP di luar PPh Migas tercapai Rp732,1 triliun atau 59% dari target APBN-P 2017 dengan penurunan 4,70% dibanding periode yang sama tahun lalu.

PPh Non Migas sendiri tercapai Rp418 triliun atau 56,3% dari target dengan penurunan 12,32% dibanding tahun lalu. Sementara itu PPN dan PPnBM tercapai Rp307,3 triliun atau 64,6% dari target dengan pertumbuhan 13,7%.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Periode 2009-2014, Hadi Purnomo yang hadir dalam diskusi ini menyatakan, penerimaan negara dari sektor pajak akan semakin meningkat seiring berubahnya penamaan Ditjen Pajak menjadi Badan Penerimaan Pajak (BPP) yang menjadi lembaga tersendiri dan berada di bawah pengawasan Presiden secara langsung.

Selama Ditjen Pajak belum di bawah pengawasan Presiden, maka penerimaan negara dari sektor pajak pun akan tetap sulit. “Sudah waktunya melepas Ditjen Pajak menjadi BPP, sehingga otoritas pajak memiliki kewenangan yang lebih luas dalam mengejar target penerimaan pajak,” katanya.

Ketua Panitia Diskusi Nasional Perpajakan Sehari, Elia Mustikasari mengungkapkan, DJP mencatat, program pengampunan pajak (tax amnesty) diikuti 956.000 Wajib Pajak (WP) dengan deklarasi harta sebesar Rp4.866 triliun. Ini terdiri dari deklarasi harta dalam negeri Rp3.687 triliun, deklarasi harta luar negeri Rp1.033 triliun, dan komitmen repatriasi mencapai Rp147 triliun.

"Tentunya prestasi ini patut diapresiasi dengan segala kerja keras yang telah dilakukan pihak pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Pajak," katanya.

Dia menambahkan, tujuan tax amnesty bukan hanya untuk penerimaan negara, namun untuk memperluas basis pemajakan dan meningkatkan kepatuhan. Dampak lain dari sisi ekonomi yang menguntungkan adalah adanya stimulus fiskal bagi pembangunan ekonomi Indonesia dan restrukturisasi ekonomi melalui dana yang terkumpul dari repatriasi harta. “Yang paling penting dan yang paling diharapkan pemerintah adalah meningkatnya kesadaran masyarakat soal pentingnya pajak,” terangnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Percepat Pemulihan,...
Percepat Pemulihan, Pemerintah Perluas Penerima Insentif Pajak
Berita Terkini
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
16 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
48 menit yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
1 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
12 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved