Bandara Kertajati Tekan Ketimpangan Ekonomi Jabar

Sabtu, 11 November 2017 - 19:42 WIB
Bandara Kertajati Tekan...
Bandara Kertajati Tekan Ketimpangan Ekonomi Jabar
A A A
BANDUNG - Pertumbuhan ekonomi di kawasan utara dan timur Jawa Barat diyakini bertumbuh pesat seiring hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, yang ditargetkan beroperasi tahun depan.

Sekretaris Perusahaan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) Wasfan W Widodo mengatakan, masyarakat harus mampu menangkap peluang dari Bandara Kertajati yang dilengkapi berbagai akses pendukung, agar perekonomiannya meningkat signifikan.

Untuk diketahui, kawasan Aerocity Bandara Kertajati, Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), dan infrastruktur transportasi massal seperti kereta api yang terintegrasi dengan Bandara Kertajadi, serta Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), mempertegas bahwa pemerataan ekonomi sudah mulai bergerak ke arah utara dan timur Jabar.

Apalagi, Bandara Kertajati juga dipastikan menyedot 150.000-400.000 tenaga kerja warga sekitar. "Keberadaan BIJB akan menjadi penyeimbang pertumbuhan ekonomi di sana. Diharapkan, pertumbuhan ekonomi di wilayah utara dan timur akan bangkit. Kalau barat lebih cepat berkembang karena memang berdekatan dengan ibu kota, itu sudah menjadi konsekuensi logis," kata Wasfan dalam siaran persnya, Sabtu (11/11/2017).

"Karenanya, masyarakat harus mampu menangkap peluang dengan hadirnya BIJB karena perubahan itu seharusnya bukan menjadi ancaman, tapi peluang yang harus dihadirkan," ujar dia.

Pihaknya berharap pemerintah daerah setempat menginventarisasi sektor-sektor potensial yang akan tumbuh kembang di kawasan sekitar bandara. Contohnya, masyarakat Kabupaten Majalengka bisa menciptakan peluang dari potensi pariwisata yang dimiliki kabupaten berjuluk Kota Angin itu.

Sehingga, warga Majalengka tidak menjadi 'tamu di rumahnya sendiri'. Sebab, mobilitas manusia dipastikan terjadi di Majalengka sebagai persinggahan penumpang Bandara Kertajati yang diprediksi mampu menyedot 2,7 juta penumpang di tahun pertamanya beroperasi.

"Kesadaran itu harus ada proses perpindahan pola pikir. Itu bisa dilakukan dengan cara menangkap peluang atas kehadiran bandara. Cara yang sederhana, misalnya bangun toko, kontrakan, bahkan hotel. Ini sangat positif," tuturnya.

Sementara, Pakar Ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) Bandung Acuviarta Kartabi menilai, ketimpangan ekonomi antara kawasan utara-timut dan barat Jabar yang selama ini terjadi akan teratasi dengan kehadiran BIJB.

Dia menerangkan, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Majalengka cenderung lambat di mana IPM hanya bergerak di angka sekitar 64,55. Pergerakan ekonomi yang agresif condong ke barat dan kawasan Bandung Raya.

Atas dasar itu, jika Pemda setempat jeli, pertumbuhan ekonomi di Majalengka bisa melampaui target. "Jadi, saya kira dari sisi keberadaan BIJB, banyak positifnya. Bukan Majalengka saja, tapi Jawa Barat secara keseluruhan di mana akhirnya punya bandara yang representatif," katanya.

Dia pun yakin, di lima tahun pertamanya beroperasi, laju pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar Bandara Kertajati akan naik 1%-1,5%. Hal ini dapat terlihat dari peluang yang tersedia, seperti penyerapan tenaga kerja, masuknya investor, dan serapan konsumsi.

Bahkan, dalam jangka panjang, Acuviarta pun yakin pertumbuhan ekonomi Majalengka akan nail lebih dari 2%. "‎Masyarakat enggak usah khawatir. Orang datang ke BIJB itu potensi, karena pengembangan kawasan sangat masif," imbuhnya.

Ketika satu kawasan menjadi persinggahan, kata Acuviarta, maka sektor jasa akan berkembang, salah satunya hotel. Namun, peluang itu tidak akan maksimal jika tidak ada daya tarik yang disuguhkan.

Menurutnya, PT BIJB selaku penanggung jawab pembangunan Bandara Kertajati serta kawasan Aerocity-nya tak bisa bekerja sendiri. Instrumen lain harus ikut bergerak, seperti Pemda, sehingga potensi BIJB mendatangkan manfaat yang optimal.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Daftar Terbaru Bandara...
Daftar Terbaru Bandara Internasional di Indonesia: 17 Bandara Turun Kelas
Target Penyelesaian...
Target Penyelesaian Bandara Dhoho di Kediri pada Akhir Tahun 2023
Bikin Ngilu, Inilah...
Bikin Ngilu, Inilah 5 Bandara Paling Berbahaya di Dunia!
Warga Jogja Bakal Dapat...
Warga Jogja Bakal Dapat Kado HUT RI ke-76, Apa Itu?
Proyek Bandara Kediri...
Proyek Bandara Kediri Dimulai, Pemerintah Gandeng Gudang Garam
Berkat Digitalisasi,...
Berkat Digitalisasi, Bandara Soetta Naik Peringkat ke-35 Bandara Terbaik Dunia
Berita Terkini
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
16 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
49 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
2 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved