Rupiah Dibuka Langsung Terkapar Dihantam Dolar AS

Senin, 13 November 2017 - 10:09 WIB
Rupiah Dibuka Langsung...
Rupiah Dibuka Langsung Terkapar Dihantam Dolar AS
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pagi hari ini dibuka terkapar makin parah. Kondisi ini di tengah semakin perkasanya USD terhadap beberapa mata uang lainnya.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka berada level Rp13.555/USD atau semakin memburuk dari posisi perdagangan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.314/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.553/USD atau jauh lebih buruk dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.520/USD.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka di level Rp13.607/USD atau jauh memburuk dari posisi penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.543/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergerak ke level Rp13.552/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran level Rp13.547-Rp13.613/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini berada di level Rp13.528/USD atau melemah dari penutupan sebelumnya di level Rp13.522/USD. Namun, pada pukul 10.000 WIB bergerak semakin lemah ke level Rp13.555/USD dengan kisaran level Rp13.528-Rp13.555/USD.

Seperti dilansir Reuters hari ini, poundsterling tergelincir awal pekan ini karena masalah yang diajukan untuk Perdana Menteri Inggris Mei, dengan sebuah laporan bahwa 40 anggota parlemen dari Partai Konservatif sedang mempersiapkan tantangan kepemimpinan, sementara pembicaraan Brexit menghadapi tenggat waktu yang penting.

Poundsterling terhadap USD terakhir turun 0,55% ke level 1,3118 per USD, menarik diri dari posisi puncak dalam delapan hari di level 1,3229. "Ada beberapa berita utama yang dirilis akhir pekan lalu yang negatif bagi perdana menteri Mei, dan pasar dimulai pekan ini dengan mencerna laporan dan kemudian mengirim pounds lebih rendah," kata Kyosuke Suzuki, direktur forex di Societe Generale di Tokyo.

The Sunday Times melaporkan pada akhir pekan bahwa 40 anggota parlemen dari Partai Konservatif Mei Inggris telah sepakat untuk menandatangani sebuah surat yang tidak percaya dirinya.

Sementara terhadap yen, pounds turun 0,5% ke level 149,09. Indeks USD terhadap enam mata uang utama naik 0,2% ke level 94,561, mengikuti kenaikan 6 basis poin dengan yield Treasury AS jangka panjang pada Jumat.

Greenback terhadap yen naik 0,1% ke level 113.645, euro terhadap USD juga tercatat tergelincir 0,15% ke level 1,1647. Dolar Australia terhadap USD turun 0,15% ke level 0,7647 dan dolar Selandia Baru turun 0,2% ke level 0,6921 terhadap USD.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
15 menit yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
26 menit yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
2 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved