Terobosan BKP Pangkas Rantai Panjang Distribusi Pangan

Selasa, 14 November 2017 - 18:42 WIB
Terobosan BKP Pangkas...
Terobosan BKP Pangkas Rantai Panjang Distribusi Pangan
A A A
MAKASSAR - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan, panjangnya jalur distribusi komoditas pangan disinyalir sebagai salah satu faktor yang menyebabkan tidak efisiensinya tata niaga pangan. Hal ini diindikasikan oleh tidak seimbangnya perolehan marjin dari masing-masing pelaku pasar.

Mencermati kondisi tata niaga pangan tersebut, Kementan melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) menggulirkan Program Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Lembaga usaha Pangan Masyarakat dan Toko Tani Indonesia (TTI) sebagai terobosan baru guna memangkas rantai distribusi pangan.

Lewat program ini, produsen akan terlindungi dari kejatuhan harga dan di sisi lain melindungi konsumen dari tingginya harga pangan sehingga tercapai stabilitas harga pangan. Hal ini di ungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendardi dalam kunjungan ke Toko Tani Indonesia (TTI) di Makassar, Selasa (14/11/2017).

“BKP Kementan selaku pengelola TTI terus melakukan inovasi, saat ini Kementan berkerja sama dengan BRI dalam bentuk pinjaman lunak kepada TTI untuk pembayaran dari TTI kepada Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) sebagai produsen beras. Bahkan rencananya di akhir tahun 2017 ini rencananya Toko Tani Indonesia akan melaunching E-commerce kebutuhan pangan masyarakat yang tahap awalnya akan dilaksanakan di Jabodetabek," terang Agung.

Lebih lanjut Ia menegaskan Kementan terus berupaya memperluas jaringan pasar Toko Tani Indonesia (TTI) hingga ke seluruh kabupaten/kota di Indonesia. “Saat ini di Sulawesi Selatan sendiri telah terdapat sekitar Indonesia terdapat sekitar 144 TTI dan total TTI di indonesia saat ini berjumlah sekitar 3000 TTI dan rencananya akan bertambah 1000 TTI tahun 2018 nanti," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Badan Ketahanan Pangan...
Badan Ketahanan Pangan Luncurkan Marketplace PasTani
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Pemerintah Diminta Lakukan...
Pemerintah Diminta Lakukan Inovasi Bantuan Pangan
Raih Penghargaan Keamanan...
Raih Penghargaan Keamanan Pangan, Pemkot Makassar: Ini Tidak Lepas dari Kerja Keras
Peringati Hari Pangan,...
Peringati Hari Pangan, KRKP Bersama YBBS Ajak Siswa Berdayakan Lahan di Sekolah
Perkuat Ketahanan Pangan,...
Perkuat Ketahanan Pangan, YSPN Tebar 400 Ribu Bibit Nila
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved