Harga Minyak Brent Jatuh Usai Persediaan AS Melemah

Rabu, 22 November 2017 - 11:19 WIB
Harga Minyak Brent Jatuh...
Harga Minyak Brent Jatuh Usai Persediaan AS Melemah
A A A
SINGAPURA - Harga minyak dunia pada perdagangan hari ini naik setelah persediaan minyak mentah AS menurun dan adanya ekspektasi bahwa penurunan produksi yang dipimpin OPEC untuk mengetatkan pasar akan diperpanjang setelah Maret 2018.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (22/11/2017), harga minyak brent sebagai patokan harga minyak internasional berada pada level USD63,07 per barel pada pukul 02.57 GMT, atau naik 50 sen setara 0,8% dari penutupan terakhir mereka. Sementara, harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) berada di posisi USD57,74 per barel, naik 92 sen atau 1,6%.

Pelaku pasar mengatakan bahwa pasar didukung sebuah usaha yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk menahan produksi sebagai upaya untuk mengakhiri overhang pasokan global.

Kesepakatan untuk mengekang produksi akan berakhir pada Maret, namun OPEC akan bertemu pada 30 November di Wina untuk membahas prospek kebijakan tersebut. "Hasil pertemuan akhirnya akan menentukan takdir harga minyak," kata Stephen Innes, kepala perdagangan untuk Asia Pasifik di pialang berjangka OANDA.

JP Morgan mengatakan dalam prospek komoditas 2018, yang dirilis Selasa malam, bahwa pasar minyak pada 2018 akan diimbangi pemotongan produksi yang diperluas. Namun, menambahkan bahwa tanpa pemotongan yang meluas, pasar akan mengalami surplus.

"Kami memperkirakan brent akan diperdagangkan di kisaran level USD40 sampai USD60 per barel, dengan harga minyak brent rata-rata di level USD58 per barel pada 2018. Sedangkan harga WTI diperkirakan rata-rata USD54,6 per barel," kata bank AS.

Pelaku pasar mengatakan, ada juga beberapa dukungan harga dari sebuah laporan mingguan pada Selasa oleh American Petroleum Institute yang mengatakan bahwa persediaan minyak mentah AS turun 6,4 juta barel dalam sepekan hingga 17 November.

Meski demikian, para pedagang mengatakan bahwa pasar minyak mentah terbebani oleh kenaikan produksi di Amerika Serikat, yang telah melonjak hampir 15% sejak pertengahan 2016 sampai 9,65 juta barel per hari.

"Sementara perpanjangan kesepakatan OPEC untuk membatasi produksi dapat mengilhami minyak bulls jangka pendek, produksi minyak AS yang meningkat cenderung menghadirkan headwinds, yang pada akhirnya membatasi kenaikan di atas," kata Lukman Otunuga, analis FXTM.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
39 menit yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
47 menit yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
1 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved