Cinta Rupiah Sevisi dengan Trisakti

Rabu, 22 November 2017 - 13:40 WIB
Cinta Rupiah Sevisi...
Cinta Rupiah Sevisi dengan Trisakti
A A A
SURABAYA - Berbicara dalam BI Goes To Campus bertema ‘Cinta Rupiah’ di Auditorium Institute Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menginginkan rupiah berdaulat dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Apabila mengaku orang Indonesia, maka kita wajib menggunakan rupiah untuk segala transaksi di wilayah NKRI karena rupiah simbol kedaulatan negara.

"Hal ini sejalan dengan program politik Trisakti, yaitu kemandirian di bidang ekonomi untuk meraih kedaulatan ekonomi menuju masyarakat Indonesia yang adil dan makmur," kata Misbakhun saat memberikan share motivation di hadapan ratusan mahasiswa ITS, Rabu (22/11/2017).

Misbakhun mengatakan, Pemerintah melalui Bank Indonesia pada 19 Desember 2016 lalu menerbitkan 11 uang rupiah baru, diantaranya 7 uang rupiah kertas dan 4 uang rupiah logam. Rupiah kertas yang diterbitkan terdiri dari nominal Rp100 ribu, Rp50 ribu, Rp20 ribu, Rp10 ribu, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000. Sementara, uang logam terdiri dari pecahan Rp1.000, Rp500, Rp200, dan Rp100.

Selain itu, terdapat 12 gambar pahlawan Indonesia termuat dalam pecahan uang rupiah baru tersebut, seperti gambar proklamator, Soekarno dan Mohammad Hatta yang termuat pada pecahan Rp100.000, hingga Herman Johannes pada uang pecahan Rp100.

"Penerbitan uang rupiah baru tersebut merupakan implementasi dari Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang," ujarnya.

Lantas, apa makna rupiah desain Tahun Emisi (TE) 2016? Menurut Misbakhun, terdapat lima makna. Pertama, sebagai perwujudan kedaulatan Republik Indonesia dan pada uang rupiah baru tersebut mencantumkan frasa Negara Kedaulatan Republik Indonesia. Kedua, sebagai alat pembayaran yang sah dan wajib digunakan untuk transaksi di Indonesia. Ketiga, sebagai upaya untuk menjaga ketersediaan uang. Keempat, untuk menjaga kualitas uang rupiah. Dan kelima, sebagai penghormatan terhadap jasa pahlawan Republik Indonesia.

"Rupiah adalah mata uang negara kita sendiri. Dengan mencintai rupiah, berarti kita sudah melakukan salah satu wujud kecintaan kepada kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia. Karena setiap lembarnya adalah wujud kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara," tegas Misbakhun.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
Berita Terkini
Rupiah Ambruk Dekati...
Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
18 menit yang lalu
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
41 menit yang lalu
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
1 jam yang lalu
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
2 jam yang lalu
DJP Targetkan Pajak...
DJP Targetkan Pajak Digital Melonjak Dua Kali Lipat, dari Marketpalce Rp24 Triliun
2 jam yang lalu
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
2 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved