Bantu Kuwait Bangun Pipa Gas, Irak Pakai Tenaga Ahli Asal Jepang

Kamis, 23 November 2017 - 01:12 WIB
Bantu Kuwait Bangun...
Bantu Kuwait Bangun Pipa Gas, Irak Pakai Tenaga Ahli Asal Jepang
A A A
DUBAI - Irak telah mempekerjakan Japan Toyo Engineering dalam upaya membangun pipa gas untuk Kuwait dan pabrik petrokimia terkait di Baghdad. Hal ini diyakini untuk mengurangi kerugian serta melunasi hutang reparasi untuk invasi 1990 dari tetangga mereka.

Meski begitu seperti dilansir Reuters, Rabu (22/11/2017) belum dipaparkan rincian proyek yang dilaporkan sebelumnya. Hal ini kemungkinan Kuwait membangun diversifikasi impor gas di tengah krisis politik antara negara-negara teluk dan menjadi pemasok utama Qatar.

Ditambahkan ini juga terkait dengan Royal Shell Belanda (RDSa.L), yang bertujuan untuk menjadi pemain dominan gas di Irak sebelum hubungan dengan Baghdad memburuk seiring keluarnya Shell dari proyek-proyek besar minyak.

"Kebutuhan mendesak Irak adalah mengurangi kerugian di belakangan semua taget dan sudah berjanji kepada Bank Dunia. Proyek gas Kuwait adalah sebuah perbaikan cepat dan cara mudah untuk menguangkan sumber daya gas," ucap salah seorang sumber industri yang bekerja dalam proyek tersebut.

Bank Dunia sendiri sudah berulang kali mengurangi melebar kondisi pinjaman ke Baghdad. Sementrara terkait permintaan sejauh ini, pihak perusahaaan masih enggan menanggapi serta memberikan komentar.

Toyo mengusulkan untuk membangun pipa gas dan mulai pengiriman setelah 2019, kata sumber industri. Pejabat keuangan utama di Toyo, Kensuke Waki, mengatakan kepada Reuters bahwa berbicara tentang pipa dan pabrik petrokimia sedang berlangsung, tetapi keputusan investasi akhir belum dibuat.

Kuwait sangat tertarik pada proyek dan telah menawarkan jaminan hingga 80% dari biaya, kata sumber industri. Kementerian minyak di Kuwait tidak menanggapi permintaan. Menteri minyak Issam Al-Marzouq mengatakan bulan lalu bahwa perundingan antara Kuwait dan Irak terfokus pada proposal untuk menggunakan gas untuk membantu membayar Baghdad sekira USD4,6 miliar.

Juru bicara Kementerian Minyak Irak Asim Jihad mengatakan pembicaraan yang berfokus pada harga dan dikonfirmasi yang memasok dapat digunakan untuk membantu melunasi reparasi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Ribuan Peziarah Syiah...
Ribuan Peziarah Syiah Peringati Hari Raya Arbaeen di Karbala Irak
Mengenal PM Baru Irak,...
Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Mantan Menteri Pertahanan...
Mantan Menteri Pertahanan Era Saddam Hussein Dilaporkan Meninggal di Penjara
3 Negara yang Pernah...
3 Negara yang Pernah Diserang oleh NATO dan Sekutunya
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
26 menit yang lalu
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
1 jam yang lalu
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
1 jam yang lalu
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
2 jam yang lalu
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
2 jam yang lalu
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
2 jam yang lalu
Infografis
Deretan Mobil BMW yang Dibuat oleh Desainer Asal Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved