Enam Strategi Kementan dalam Regenerasi Petani

Senin, 27 November 2017 - 14:55 WIB
Enam Strategi Kementan...
Enam Strategi Kementan dalam Regenerasi Petani
A A A
JAKARTA - Dalam mengoptimalkan program pembangunan pertanian, sumber daya manusia (SDM) mempunyai peranan penting untuk menyusun perencanaan pembangunan pertanian secara efektif dan efisien.

"Faktor kekuatan SDM atau ketenagakerjaan sangat penting dalam menggerakkan roda pembangunan nasional Indonesia," tegas Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi dalam orasi ilmiah pada Dies Natalis ke 63 Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Senin (27/11/2017).

BPS merilis bahwa angkatan tenaga kerja menurut umur dari 2008 sampai 2017 mengalami peningkatan. Pada tahun ini, angkatan kerja usia 30-44 tahun mendominasi dengan jumlah 45,8 juta jiwa, disusul usia 45-59 tahun sejumlah 33,3 juta jiwa.

Di sisi lain, penyerapan tenaga kerja pertanian cenderung menurun tajam dan jumlahnya cukup signifikan yaitu 33,51%, disusul perdagangan (22,54%), jasa (16,54%), dan sektor industri (13,12%).

Dihadapan civitas akademika dan undangan lainnya, Agung memaparkan bahwa generasi muda saat ini lebih tertarik ke sektor industri dan jasa karena beberapa faktor. Pertama, penghasilan tenaga kerja di sektor pertanian lebih rendah dibanding sektor industri dan jasa.

Kedua, lebih menjanjikan jenjang karier yang lebih pasti. Ketiga, petani tidak ingin generasi penerusnya menjadi petani, keempat yaitu banyaknya konversi lahan yang menunjukkan usaha pertanian tidak ekonomis, dan Kelima yakni tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan agribisnis, termasuk dari sisi kemampuan manajerial.

"Untuk mengatasi kurangnya minat generasi muda terjun di sektor pertanian, Kementerian Pertanian memiliki enam strategi agar terjadi regenerasi petani," jelas Agung.

Pertama, transformasi pendidikan tinggi vokasi pertanian. Enam Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) yang semula program studinya hanya penyuluhan (pertanian, perkebunan, dan peternakan), ditambah harus berorientasi agribisnis hortikultura, agribisnis perkebunan, mekanisasi pertanian.

"Dengan demikian, ke depan akan bertambah generasi muda yang disiapkan untuk menjadi petani sekaligus pelaku usaha pertanian," tegasnya.

Kedua, inisiasi program penumbuhan wirausahawan muda pertanian bekerja sama dengan 16 Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Ketiga, pelibatan mahasiswa/alumni/pemuda tani untuk mengintensifkan pendampingan/pengawalan program Kementerian Pertanian. Keempat, penumbuhan kelompok usaha bersama (KUB) yang difokuskan bidang pertanian bagi pemuda tani.

Kelima, pelatihan dan magang bagi pemuda tani dalam bidang pertanian, dan Keenam yaitu optimalisasi penyuluh untuk mendorong dan menumbuhkembangkan pemuda tani.

Menurutnya, perguruan tinggi pertanian Indonesia telah berperan dalam pengembangan SDM dan memberikan sumbangan nyata mendukung perkembangan pertanian dan perkembangan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Dalam konteks ini, Agung mengatakan, Perguruan Tinggi dalam pembangunan pertanian dan perdesaan memiliki peran krusial dalam menghasilkan lulusan yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

"Untuk dapat menjalankan peran tersebut, Perguruan Tinggi harus memiliki daya respons yang tinggi terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga dapat memecahkan masalah-masalah kuantitatif maupun kualitatif," kata dia.

Pihaknya mendorong agar PTN mendirikan Program Studi Diversifikasi Pangan dan gizi untuk akselerasi program diversifikasi pangan. "Dalam hal ini, Perguruan Tinggi dituntut mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan baik technical, soft skills, maupun emotional dan spiritual skills, sehingga mampu menghadapi tantangan zaman yang senantiasa berubah," tutur Agung.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Berita Terkini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
11 menit yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
1 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
2 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
3 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
3 jam yang lalu
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved