Harga Minyak Dunia Jatuh di Tengah Ketidakpastian Pangkas Produksi
Selasa, 28 November 2017 - 10:52 WIB
Harga Minyak Dunia Jatuh di Tengah Ketidakpastian Pangkas Produksi
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia tergelincir di awal perdagangan Asia, Selasa (28/11/2017) di tengah ketidakpastian atas kemungkinan lanjutan pemotongan produksi oleh produsen minyak utama. Sentimen negatif selanjutnya datang ketika pasokan berpeluang kembali meningkat seiring pulihnya pipa keystone.
Tercatat harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 24 sen di level USD57,87 barel pada pukul 0117 GMT, setelah jatuh 1,4% dalam sesi sebelumnya. Sedangkan pada akhir pekan kemarin, harga minyak mentah AS menyentuh level USD59,05 per barel.
Posisi tersebut menjadi yang terbaik sejak pertengahan tahun 2015, didorong oleh berhentinya operasional Keystone pipa yang merupakan salah satu jalur ekspor minyak mentah utama Kanada ke Amerika Serikat. Namun TransCanada Corp (TRP.TO) mengatakan bakal me-restart pipa yang mampu menyalurkan 590,000 barrel per-hari.
Sementara harga minyak berjangka Brent menyusut menjadi USD63,73 per barel, atau turun 11 sen dari penutupan sebelumnya. Kejatuhan ini terimbas ketidakpastian mengenai keputusan Rusia apakah bakal bergabung dengan produsen minyak utama lainnya dalam melanjutkan pemangkasan produksi minyak mentah.
Anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) dan produsen lainnya, termasuk Rusia yang dijadwalkan bertemu pada 30 November untuk membicarakan kelanjutan pemangkasan produksi. Seperti diketahui OPEC sejak Januari lalu sepakat mengurangi produksi mencapai 1,8 juta bpd dalam upaya menjaga pasokan.
Ekonomi Rusia disebut berada dalam tren negatif pada bulan Oktober, setelah Moskow setuju untuk memotong output 300.000 bpd seperti disampaikan oleh Menteri Ekonomi Maxim Oreshkin. Kondisi tersebut membuat Rusia diragukan bakal mengikuti kembali kebijakan lanjutan pemangkasan produksi sehingga pasar menghadapi risiko negatif.
Tercatat harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 24 sen di level USD57,87 barel pada pukul 0117 GMT, setelah jatuh 1,4% dalam sesi sebelumnya. Sedangkan pada akhir pekan kemarin, harga minyak mentah AS menyentuh level USD59,05 per barel.
Posisi tersebut menjadi yang terbaik sejak pertengahan tahun 2015, didorong oleh berhentinya operasional Keystone pipa yang merupakan salah satu jalur ekspor minyak mentah utama Kanada ke Amerika Serikat. Namun TransCanada Corp (TRP.TO) mengatakan bakal me-restart pipa yang mampu menyalurkan 590,000 barrel per-hari.
Sementara harga minyak berjangka Brent menyusut menjadi USD63,73 per barel, atau turun 11 sen dari penutupan sebelumnya. Kejatuhan ini terimbas ketidakpastian mengenai keputusan Rusia apakah bakal bergabung dengan produsen minyak utama lainnya dalam melanjutkan pemangkasan produksi minyak mentah.
Anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) dan produsen lainnya, termasuk Rusia yang dijadwalkan bertemu pada 30 November untuk membicarakan kelanjutan pemangkasan produksi. Seperti diketahui OPEC sejak Januari lalu sepakat mengurangi produksi mencapai 1,8 juta bpd dalam upaya menjaga pasokan.
Ekonomi Rusia disebut berada dalam tren negatif pada bulan Oktober, setelah Moskow setuju untuk memotong output 300.000 bpd seperti disampaikan oleh Menteri Ekonomi Maxim Oreshkin. Kondisi tersebut membuat Rusia diragukan bakal mengikuti kembali kebijakan lanjutan pemangkasan produksi sehingga pasar menghadapi risiko negatif.
(akr)
Lihat Juga :