Rupiah dan IHSG Siang Ini Semakin Ambruk
Kamis, 30 November 2017 - 12:43 WIB
Rupiah dan IHSG Siang Ini Semakin Ambruk
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini semakin bergerak melemah seiring dengan kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I hari ini yang semakin nyaman di zona merah.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.527/USD atau jauh melemah dibanding sebelumnya yang berada di posisi Rp13.500/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.513-Rp13.534/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.518/USD atau melemah dari posisi perdagangan kemarin yang berada pada level Rp13.502/USD. Pergerakan rupiah berada pada kisaran level Rp13.500-Rp13.519/USD.
Sementara data SINDOnews bersumber dari Limas yang menunjukkan, rupiah siang ini menguat ke level Rp13.515/USD dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.530/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, siang ini tertahan di level Rp13.514/USD atau stabil dari posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.515/USD.
Di sisi lain, IHSG siang ini terus bergerak melemah dengan kehilangan 17,31 poin setara 0,29% ke level 6.044,06 setalah tadi pagi pasar saham dalam negeri dibuka turun 6,53 poin setara 0,11% ke level 6.054,84. Kemarin, IHSG ditutup memerah ke level 6.061,37 atau melemah 9,35 poin, setara 0,15%.
Sektor saham dalam negeri siang ini mayoritas berada di zona merah dengan sektor perdagangan yang melemah terdalam sebesar 0,79%. Sementara, sektor yang menguat tertinggi yaitu pertambangan naik 0,30%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,37 miliar dengan 18,85 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing sebesar minus Rp1,41 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp3,12 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,70 triliun. Tercatat 135 saham naik, 176 saham turun dan 152 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI).
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.527/USD atau jauh melemah dibanding sebelumnya yang berada di posisi Rp13.500/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.513-Rp13.534/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.518/USD atau melemah dari posisi perdagangan kemarin yang berada pada level Rp13.502/USD. Pergerakan rupiah berada pada kisaran level Rp13.500-Rp13.519/USD.
Sementara data SINDOnews bersumber dari Limas yang menunjukkan, rupiah siang ini menguat ke level Rp13.515/USD dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.530/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, siang ini tertahan di level Rp13.514/USD atau stabil dari posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.515/USD.
Di sisi lain, IHSG siang ini terus bergerak melemah dengan kehilangan 17,31 poin setara 0,29% ke level 6.044,06 setalah tadi pagi pasar saham dalam negeri dibuka turun 6,53 poin setara 0,11% ke level 6.054,84. Kemarin, IHSG ditutup memerah ke level 6.061,37 atau melemah 9,35 poin, setara 0,15%.
Sektor saham dalam negeri siang ini mayoritas berada di zona merah dengan sektor perdagangan yang melemah terdalam sebesar 0,79%. Sementara, sektor yang menguat tertinggi yaitu pertambangan naik 0,30%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,37 miliar dengan 18,85 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing sebesar minus Rp1,41 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp3,12 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,70 triliun. Tercatat 135 saham naik, 176 saham turun dan 152 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI).
(izz)
Lihat Juga :