IHSG Ditutup Makin Perkasa Saat Bursa Jepang Jatuh Hampir 2%
Rabu, 06 Desember 2017 - 16:35 WIB
IHSG Ditutup Makin Perkasa Saat Bursa Jepang Jatuh Hampir 2%
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan tengah pekan hari ini ditutup semakin perkasa untuk meneruskan tren kenaikan sejak sesi pagi. IHSG berakhir ke level 6.035,51 dengan tambahan 35,03 poin yang setara dengan 0,58%.
Pada sesi I siang tadi, IHSG makin melesat dengan kenaikan 39.60 poin ke level 0,66% menjadi 6.040,07 setelah tadi pagi pasar saham dalam negeri dibuka menguat 2,067 poin atau setara 0,034% ke posisi 6.002. Kemarin, IHSG ditutup lebih tinggi ke level 6.000,47 dengan kenaikan 2,28 poin atau 0,04%
Sektor saham dalam negeri sore ini mayoritas membaik dipimpin kenaikan tertinggi sektor aneka industri mencapai 1,57% dikuti lonjakan keuangan sebesar 1,46%. Sementara pelemahan terdalam menimpa sektor infrastruktur usai kehilangan 0,82%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp10,48 triliun dengan 15,05 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp484,13 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp4,02 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,54 triliun. Tercatat 152 saham menguat, 212 saham melemah dan 144 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) menguat Rp310 menjadi Rp2.500, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) naik Rp225 ke level Rp6.700 dan PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) bertambah Rp190 ke level Rp4.090.
Sedangkan beberapa saham yang melemah yakni PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) menyusut Rp400 ke posisi Rp6.300, PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) berkurang Rp90 menjadi Rp3.210 serta PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) turun Rp60 ke posisi Rp3.000.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (6/12/2017) kebanyakan pasar saham Asia pada perdagangan hari ini turun tajam saat indeks utama Jepang kehilangan hampir 2%. Pelemahan pasar saham Asia mengiringi penurunan bursa AS dimana indeks S & P 500 mengalami penurunan beruntun selama tiga hari untuk jadi yang pertama sejak Agustus.
Tercatat indeks Nikkei 225 Jepang jatuh cukup dalam sebesar 445,34 poin atau setara dengan 1,97% ke level 22.177,04. Indeks Topix juga anjlok 25,55 poin atau 1,43% ke posisi 1.765,42. Dilaporkan Reuters, bahwa persentase pelemahan Nikkei merupakan yang terbesar sejak akhir Maret.
Di seberang Selat Korea, indeks Kospi tergelincir 35,75 poin atau 1,42% ke level 2.474,37. Sedangkan indeks Australia ditutup lebih rendah 26,11 poin atau 0,44% menjadi 5.945,7 terseret pelemahan sektor materials dan energi dengan masing-masing berkurang 1,66% serta 1,57%.
Kejatuhan juga dialami indeks Hang Seng di Hong Kong usai kehilangan 620,74 poin atau setara dengan 2,15% ke posisi 28.222,06. Pada daratan China, indeks bergerak mixed saat komposit Shanghai melemah 9,54 poin atau 0,29% ke level 3.294,12 sedangkan komposit Shenzhen melanjutkan tren negatif turun 12,66 poin atau 0,67% ke 1.879,65.
Pada sesi I siang tadi, IHSG makin melesat dengan kenaikan 39.60 poin ke level 0,66% menjadi 6.040,07 setelah tadi pagi pasar saham dalam negeri dibuka menguat 2,067 poin atau setara 0,034% ke posisi 6.002. Kemarin, IHSG ditutup lebih tinggi ke level 6.000,47 dengan kenaikan 2,28 poin atau 0,04%
Sektor saham dalam negeri sore ini mayoritas membaik dipimpin kenaikan tertinggi sektor aneka industri mencapai 1,57% dikuti lonjakan keuangan sebesar 1,46%. Sementara pelemahan terdalam menimpa sektor infrastruktur usai kehilangan 0,82%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp10,48 triliun dengan 15,05 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp484,13 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp4,02 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,54 triliun. Tercatat 152 saham menguat, 212 saham melemah dan 144 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) menguat Rp310 menjadi Rp2.500, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) naik Rp225 ke level Rp6.700 dan PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) bertambah Rp190 ke level Rp4.090.
Sedangkan beberapa saham yang melemah yakni PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) menyusut Rp400 ke posisi Rp6.300, PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) berkurang Rp90 menjadi Rp3.210 serta PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) turun Rp60 ke posisi Rp3.000.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (6/12/2017) kebanyakan pasar saham Asia pada perdagangan hari ini turun tajam saat indeks utama Jepang kehilangan hampir 2%. Pelemahan pasar saham Asia mengiringi penurunan bursa AS dimana indeks S & P 500 mengalami penurunan beruntun selama tiga hari untuk jadi yang pertama sejak Agustus.
Tercatat indeks Nikkei 225 Jepang jatuh cukup dalam sebesar 445,34 poin atau setara dengan 1,97% ke level 22.177,04. Indeks Topix juga anjlok 25,55 poin atau 1,43% ke posisi 1.765,42. Dilaporkan Reuters, bahwa persentase pelemahan Nikkei merupakan yang terbesar sejak akhir Maret.
Di seberang Selat Korea, indeks Kospi tergelincir 35,75 poin atau 1,42% ke level 2.474,37. Sedangkan indeks Australia ditutup lebih rendah 26,11 poin atau 0,44% menjadi 5.945,7 terseret pelemahan sektor materials dan energi dengan masing-masing berkurang 1,66% serta 1,57%.
Kejatuhan juga dialami indeks Hang Seng di Hong Kong usai kehilangan 620,74 poin atau setara dengan 2,15% ke posisi 28.222,06. Pada daratan China, indeks bergerak mixed saat komposit Shanghai melemah 9,54 poin atau 0,29% ke level 3.294,12 sedangkan komposit Shenzhen melanjutkan tren negatif turun 12,66 poin atau 0,67% ke 1.879,65.
(akr)