IHSG Naik 10,70 Poin, Pasar Asia Variatif Imbas Kenaikan Fed Rate
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:52 WIB
IHSG Naik 10,70 Poin, Pasar Asia Variatif Imbas Kenaikan Fed Rate
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (14/12/2017) dibuka dengan kenaikan 0,18% atau 10,70 poin di level 6.065,31 dan menguat 0,38% atau 23,10 poin ke level 6.077,70 pada pukul 09.22 WIB.
Rabu kemarin, IHSG ditutup dengan naik 22,23 poin atau 0,37% menjadi 6.054,60. Dan IHSG diperdagangkan di kisaran 6.020,11-6.054,60.
Kenaikan indeks seiring dengan mayoritas sektor saham utama yang menghijau, dimana sektor aneka industri memimpin penguatan dengan naik 1,49%, disusul industri dasar bertambah 1,42%. Satu-satunya yang negatif adalah perdagangan dengan turun 0,23%.
Dari 339 saham yang ada, 145 naik, 96 stabil, dan 98 tertekan. Nilai transaksi saham mencapai Rp1,12 triliun dari 2,50 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing Rp67,49 miliar dengan aksi beli asing Rp341,15 miliar berbanding aksi jual asing Rp273,65 miliar.
Sementara itu saham Asia dibuka variatif setelah The Fed menaikkan suku bunga. Ini merupakan kenaikan suku bunga ketiga kalinya pada tahun ini. Melansir dari CNBC, Kamis (14/12), indeks Nikkei 225 Jepang merugi 0,14%, dengan jatuhnya saham blue-chip.
Di seberang Selat Korea, Kospi naik 0,7%, dimana "saham THAAD" berkontribusi terhadap kenaikan. Julukan saham ini diambil dari sistem pertahanan rudal THAAD di Seoul. Kebantakan adalah saham konsumer dan ritel yang kerap fluktuatif saat terjadi ketegangan antara China dan Korea Selatan.
Indeks S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,15 %, dengan saham energi memimpin kenaikan. Indeks Hang Seng tergelincir 0,04%, karena kerugian pada saham perbankan. Pasar China semakin lunak setelah People's Bank of China pada hari Kamis menaikkan suku bunga jangka pendek. Indeks Shanghai kehilangan 0,22% dan Shenzhen tergelincir 0,26%.
Rabu kemarin, IHSG ditutup dengan naik 22,23 poin atau 0,37% menjadi 6.054,60. Dan IHSG diperdagangkan di kisaran 6.020,11-6.054,60.
Kenaikan indeks seiring dengan mayoritas sektor saham utama yang menghijau, dimana sektor aneka industri memimpin penguatan dengan naik 1,49%, disusul industri dasar bertambah 1,42%. Satu-satunya yang negatif adalah perdagangan dengan turun 0,23%.
Dari 339 saham yang ada, 145 naik, 96 stabil, dan 98 tertekan. Nilai transaksi saham mencapai Rp1,12 triliun dari 2,50 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing Rp67,49 miliar dengan aksi beli asing Rp341,15 miliar berbanding aksi jual asing Rp273,65 miliar.
Sementara itu saham Asia dibuka variatif setelah The Fed menaikkan suku bunga. Ini merupakan kenaikan suku bunga ketiga kalinya pada tahun ini. Melansir dari CNBC, Kamis (14/12), indeks Nikkei 225 Jepang merugi 0,14%, dengan jatuhnya saham blue-chip.
Di seberang Selat Korea, Kospi naik 0,7%, dimana "saham THAAD" berkontribusi terhadap kenaikan. Julukan saham ini diambil dari sistem pertahanan rudal THAAD di Seoul. Kebantakan adalah saham konsumer dan ritel yang kerap fluktuatif saat terjadi ketegangan antara China dan Korea Selatan.
Indeks S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,15 %, dengan saham energi memimpin kenaikan. Indeks Hang Seng tergelincir 0,04%, karena kerugian pada saham perbankan. Pasar China semakin lunak setelah People's Bank of China pada hari Kamis menaikkan suku bunga jangka pendek. Indeks Shanghai kehilangan 0,22% dan Shenzhen tergelincir 0,26%.
(ven)
Lihat Juga :