Bangun PLTA Kumbih III, PLN Dapat Pinjaman 85 Juta Euro dari Jerman
Minggu, 17 Desember 2017 - 14:02 WIB
Bangun PLTA Kumbih III, PLN Dapat Pinjaman 85 Juta Euro dari Jerman
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) menandatangani perjanjian fasilitas kredit (loan agreement) dengan Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) Development Bank dari Jerman untuk pendanaan pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Kumbih III.
Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman bersama Senior Project Manager KfW Jens Wirth menandatangani perjanjian tersebut pada Jumat, 15 Desember 2017 di PLN Kantor Pusat, Jakarta. Sebelumnya Director of KfW Office Jakarta Angela Tormin sudah membubuhkan tandatangannya di perjanjian ini.
“Loan ini merupakan pinjaman langsung tanpa jaminan pemerintah. Ini menarik karena lembaga pendanaan dari negara-negara Eropa seperti KfW mendukung proyek-proyek dari energi baru terbarukan seperti ini, mulai dari studi kelayakan hingga pendanaan,” ujar Syofvi dalam rilisnya di Jakarta, Minggu (17/12/2017).
Syofvi mengatakan pembangunan PLTA Kumbih III berkapasitas 3x15 Megawatt (MW) membutuhkan dana sekitar 100 juta euro.
“Nilai pinjaman yang kami dapatkan dari KfW sebesar 85 juta euro dengan tenor 15 tahun. Sisa pendanaannya kita siapkan sendiri,” jelas Syofvi.
Syofvi menjelaskan PLTA Kumbih III yang akan dibangun di Sumatera ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pertumbuhan beban di sistem Sumatera bagian Utara. “Juga menurunkan biaya pokok produksi atas penggunaan bahan bakar fosil baik pada saat beban dasar maupun saat beban puncak. Dan yang terpenting menambah porsi energi terbarukan dalam sasaran bauran energi nasional,” imbuh Syofvi.
Sementara itu, Senior Project Manager KfW Jens Wirth menyatakan bahwa ini merupakan kerja sama yang penting untuk mendukung PLN dalam percepatan penambahan listrik dari energi terbarukan di Indonesia. “Kami berharap pelaksanaan proyeknya dapat segera berjalan cepat sehingga langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.
Sekadar informasi, proyek PLTA Kumbih III akan memulai pembangunan konstruksi pada tahun 2019. Dengan masa pembangunan 4 tahun, diperkirakan beroperasi secara komersial di tahun 2023.
PLTA ini memanfaatkan aliran sungai Kumbih yang melintasi dua kota yakni Sidikalang Kabupaten Dairi, Sumatera Utara dan Subulussalam, Aceh tempat akan dibangunnya power house PLTA Kumbih III.
Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman bersama Senior Project Manager KfW Jens Wirth menandatangani perjanjian tersebut pada Jumat, 15 Desember 2017 di PLN Kantor Pusat, Jakarta. Sebelumnya Director of KfW Office Jakarta Angela Tormin sudah membubuhkan tandatangannya di perjanjian ini.
“Loan ini merupakan pinjaman langsung tanpa jaminan pemerintah. Ini menarik karena lembaga pendanaan dari negara-negara Eropa seperti KfW mendukung proyek-proyek dari energi baru terbarukan seperti ini, mulai dari studi kelayakan hingga pendanaan,” ujar Syofvi dalam rilisnya di Jakarta, Minggu (17/12/2017).
Syofvi mengatakan pembangunan PLTA Kumbih III berkapasitas 3x15 Megawatt (MW) membutuhkan dana sekitar 100 juta euro.
“Nilai pinjaman yang kami dapatkan dari KfW sebesar 85 juta euro dengan tenor 15 tahun. Sisa pendanaannya kita siapkan sendiri,” jelas Syofvi.
Syofvi menjelaskan PLTA Kumbih III yang akan dibangun di Sumatera ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pertumbuhan beban di sistem Sumatera bagian Utara. “Juga menurunkan biaya pokok produksi atas penggunaan bahan bakar fosil baik pada saat beban dasar maupun saat beban puncak. Dan yang terpenting menambah porsi energi terbarukan dalam sasaran bauran energi nasional,” imbuh Syofvi.
Sementara itu, Senior Project Manager KfW Jens Wirth menyatakan bahwa ini merupakan kerja sama yang penting untuk mendukung PLN dalam percepatan penambahan listrik dari energi terbarukan di Indonesia. “Kami berharap pelaksanaan proyeknya dapat segera berjalan cepat sehingga langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.
Sekadar informasi, proyek PLTA Kumbih III akan memulai pembangunan konstruksi pada tahun 2019. Dengan masa pembangunan 4 tahun, diperkirakan beroperasi secara komersial di tahun 2023.
PLTA ini memanfaatkan aliran sungai Kumbih yang melintasi dua kota yakni Sidikalang Kabupaten Dairi, Sumatera Utara dan Subulussalam, Aceh tempat akan dibangunnya power house PLTA Kumbih III.
(fjo)
Lihat Juga :