IHSG Dibuka Terdepresiasi Saat Bursa Asia Menghijau

Senin, 18 Desember 2017 - 09:46 WIB
IHSG Dibuka Terdepresiasi...
IHSG Dibuka Terdepresiasi Saat Bursa Asia Menghijau
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka terdepresiasi, meski masih berada di kisaran level 6.000. Bursa saham dalam negeri pagi ini melemah 2,91 poin atau 0,05% ke level 6.116,51 saat bursa saham Asia justru menghijau.

Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG kembali melanjutkan penguatannya jelang penutupan perdagangan akhir tahun. Pada akhir pekan ini, IHSG kembali mencetak rekor tertingginya sepanjang masa dengan ditutup menguat 1,46% menjadi 6.119,41 poin dibandingkan posisi akhir pekan lalu di level 6.030,95 poin.

Pada pagi ini sektor saham dalam negeri tercatat hampir secara keseluruhan bergerak dalam jalur negatif, dipimpin kejatuhan terdalam pada sektor aneka industri 0.73% diikuti industri dasar kehilangan 0.56%. Sedangkan saham pertambangan dan pertanian masing-masing menguat 0,58% serta 0,22%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp406 miliar dengan 2,85 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp14,61 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp130,7 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp116,1 miliar. Tercatat 128 saham naik, 73 saham turun dan 91 saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp725 menjadi Rp79.300, PT Dwi Guna Laksana (DWGL) meningkat Rp96 menjadi Rp490, dan PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) bertambah Rp50 menjadi Rp2.900.

Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) melemah Rp300 menjadi Rp2.200, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp175 menjadi Rp9.200 serta PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menyusut Rp150 ke posisi Rp10.800.

Seperti dilansir CNBC, Senin (18/12/2017) sebagian besar saham Asia bergerak dalam jalur penguaran, setelah investor mendapatkan optimisme bahwa rencana untuk mengurangi pajak perusahaan akan disampaikan Amerika Serikat. Indeks Nikkei Jepang bertambah 1,15% di awal sesi perdagangan saat saham perubahan dan perbankan melonjak naik.

Saham perusahaan teknologi ditambah produsen mobel juga turut mencetak keuntungan seperti Toyota naik 2,37%, Sony memperoleh tambahan 2,22% dan SoftBank mendaki 1,14%. Indeks Kospi di Korea Selatan sedikit mendapatkan tekanan untuk mengawali perdagangan 0,008 di bawah pergerakan mendatar.

Di Sydney, bursa saham S & P/ASX 200 meningkat 0,64% ketika saham energi meraih hasil menggembirkan. Saham Rio Tinto naik 0,98% serta Fortescue Metal bertambah 1,75 %. Ditambah saham perbankan juga lebih tinggi saat ANZ meningkat 1,91% ketika bank mengumumkan akan membeli kembali ke USD1,5 milIar saham di pasar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lanjutkan Penguatan...
Lanjutkan Penguatan di Pagi Hari, IHSG Sentuh Level 6.085
IHSG Tidak Terbendung,...
IHSG Tidak Terbendung, Pagi Ini Dibuka Terus Menguat ke Level 6.018
Bergerak Dua Arah, IHSG...
Bergerak Dua Arah, IHSG Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Level 6.104
BPS: Inflasi Mei 2022...
BPS: Inflasi Mei 2022 Tertinggi sejak Desember 2017
236 Saham Menguat, IHSG...
236 Saham Menguat, IHSG Dibuka Meluncur ke Level 6.158
Mainkan 8 Saham Ini...
Mainkan 8 Saham Ini Saat IHSG Bakal Melanjutkan Tren Penguatan
Berita Terkini
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
29 menit yang lalu
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
6 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
6 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
7 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
7 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
8 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved