Petani Bawang Mitra SANTORI Panen Perdana

Rabu, 20 Desember 2017 - 13:16 WIB
Petani Bawang Mitra...
Petani Bawang Mitra SANTORI Panen Perdana
A A A
LAMPUNG - Lampung, 19 Desember 2017. Petani Bawang Mitra PT Santosa Agrindo (SANTORI), anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA), menutup tahun 2017 dengan panen bawang di lahan milik mereka. Setelah melalui program pendampingan selama beberapa bulan terakhir para petani bawang binaan SANTORI bekerjasama dengan UNILA tersebut berhasil panen bawang merah hasil budidaya mereka.

“Panen ini merupakan pijakan pertama bagi SANTORI untuk mendukung kegiatan ekonomi berbasis agribisnis di sekitar lokasi usaha,” ujar R. Artsanti Alif, Head of Social Investment JAPFA. “Program Bawang Merah Anak Tuha ini merupakan bagian dari program investasi sosial JAPFA dengan pendekatan berkelanjutan,” imbuhnya.

Menggandeng UNILA (Universitas Negeri Lampung), SANTORI mendampingi petani-petani di sekitar lokasi usaha untuk membudidayakan bawang merah sebagai produk unggulan. Hal tersebut menurut Artsanti merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga program pemerintah pusat ataupun daerah untuk swasembada bawang merah.

“Melalui program ini harapannya akan muncul petani-petani bawang merah baru yang memiliki tidak hanya pengalaman budidaya tetapi juga pengetahuan yang mumpuni terkait budidaya dan penanganan penyakit,” imbuhnya.

Panen perdana petani mitra bawang SANTORI tersebut dilaksanakan di salah satu lahan petani mitra, Pak Badar. Beliau adalah ketua dari kelompok petani penerima manfaat program di sekitar lokasi usaha PT Santosa Agrindo yang bertempat di Kec. Anak Tuha.

“Program ini merupakan salah satu bentuk upaya SANTORI untuk memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitar lokasi usahanya,” ujar Zamzam Qudaruddin, Head of Unit Feedlot Bekri SANTORI. “Hal tersebut senada dengan prinsip usaha JAPFA untuk berkembang untuk kesejahteraan bersama,” imbuhnya.

Lebih lanjut Zamzam juga menjelaskan program bawang merah Anak Tuha tersebut merupakan salah satu bentuk usaha SANTORI untuk memanfaatkan pupuk kandang yang menjadi hasil sampingan kegiatan usaha.

“Melalui program ini kami ingin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pupuk kandang hasil sampingan usaha penggemukan sapi,” ujar Zamzam. “Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan juga menunjukkan komitmen perusahaan untuk mengimplementasikan ‘sustainable feedlot’,” tutupnya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Khasiat Bawang Merah...
Khasiat Bawang Merah yang Telah Dibuktikan oleh Al Quran dan Sains
Pasokan Bawang Merah...
Pasokan Bawang Merah Jelang Lebaran Dijamin Aman
Barantan Kementan Tahan...
Barantan Kementan Tahan 36 Ton Bawang Merah Impor Ilegal
Petani Bawang Brebes...
Petani Bawang Brebes Mengeluhkan Masuknya Bawang Bombai Mini Tanpa Izin
Harga Bawang Merah Tembus...
Harga Bawang Merah Tembus Rp60.000/Kg
Jelang Idul Adha, Harga...
Jelang Idul Adha, Harga Bawang Merah Melonjak di Sejumlah Daerah
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
44 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
59 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Moh Salah Cetak Rekor...
Moh Salah Cetak Rekor di Laga Perdana Liga Inggris 2024/2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved