Rupiah Akhir Pekan Dibuka Stabil Saat Euro Meluncur
Jum'at, 22 Desember 2017 - 10:50 WIB
Rupiah Akhir Pekan Dibuka Stabil Saat Euro Meluncur
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pagi hari ini dibuka variatif dengan kecenderungan stabil setelah kemarin sempat memberikan sinyal penguatan. Pergerakan mendatar mata uang Garuda, terjadi saat euro lebih rendah.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka berada pada level Rp13.558/USD. Rupiah tidak lebih baik dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.545/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka di level Rp13.559/USD atau balik menyusut dari posisi penutupan kemarin yang berada pada level Rp13.555/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran level Rp13.550-Rp13.565/USD.
Data SINDOnews dikutip dari Limas, rupiah pagi ini justru membaik dengan bertengger pada level Rp13.555/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah mulai pulih, meski tidak terlalu besar dibanding penutupan kemarin Rp13.557/USD.
Penguatan rupiah juga terlihat pagi ini menurut data Yahoo Finance dimana menunjukkan pada level Rp13.554/USD atau naik sedikit dibandingkan sesi penutupan sebelumnya Rp13.555/USD. Kisaran harian rupiah hari ini berada pada kisaran Rp13.548-Rp13.561/USD.
Sementara seperti dilansir Reuters, Jumat (22/12/2017) USD pada perdagangan hari ini meningkat, meskipun masih berada di jalur kerugian mingguan. Sedangkan euro tergelincir setelah hasil dari pemungutan suara di Catalan mengindikasikan kemenangan untuk separatis untuk menjadi pukulan telak bagi Madrid.
Tercatat Euro turun mencapai 0,3% di level 1.1837 terhadap USD, ketika sempat jatuh cukup dalam pada posisi 1.1817. Di sisi lain indeks USD yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama meningkat 0,2% ke posisi 93.450 ketika selama sepekan berkurang 0,5%.
USD juga terlihat stabil ketika melawan Yen Jepang di level 113.33, dan selama sepekan menanjak 0,6%. Pada Kamis kemarin Gubernur Bank of Japan Haruhiko memanggil Hubert Kuroda untuk memperkuat harapan bahwa BOJ tidak terburu-terburu untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka berada pada level Rp13.558/USD. Rupiah tidak lebih baik dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.545/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka di level Rp13.559/USD atau balik menyusut dari posisi penutupan kemarin yang berada pada level Rp13.555/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran level Rp13.550-Rp13.565/USD.
Data SINDOnews dikutip dari Limas, rupiah pagi ini justru membaik dengan bertengger pada level Rp13.555/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah mulai pulih, meski tidak terlalu besar dibanding penutupan kemarin Rp13.557/USD.
Penguatan rupiah juga terlihat pagi ini menurut data Yahoo Finance dimana menunjukkan pada level Rp13.554/USD atau naik sedikit dibandingkan sesi penutupan sebelumnya Rp13.555/USD. Kisaran harian rupiah hari ini berada pada kisaran Rp13.548-Rp13.561/USD.
Sementara seperti dilansir Reuters, Jumat (22/12/2017) USD pada perdagangan hari ini meningkat, meskipun masih berada di jalur kerugian mingguan. Sedangkan euro tergelincir setelah hasil dari pemungutan suara di Catalan mengindikasikan kemenangan untuk separatis untuk menjadi pukulan telak bagi Madrid.
Tercatat Euro turun mencapai 0,3% di level 1.1837 terhadap USD, ketika sempat jatuh cukup dalam pada posisi 1.1817. Di sisi lain indeks USD yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama meningkat 0,2% ke posisi 93.450 ketika selama sepekan berkurang 0,5%.
USD juga terlihat stabil ketika melawan Yen Jepang di level 113.33, dan selama sepekan menanjak 0,6%. Pada Kamis kemarin Gubernur Bank of Japan Haruhiko memanggil Hubert Kuroda untuk memperkuat harapan bahwa BOJ tidak terburu-terburu untuk melonggarkan kebijakan moneter.
(akr)