Tol Soroja Akan Terapkan Tarif Satu Harga, Jauh-Dekat Rp7.000
Sabtu, 23 Desember 2017 - 00:05 WIB
Tol Soroja Akan Terapkan Tarif Satu Harga, Jauh-Dekat Rp7.000
A
A
A
BANDUNG - Tarif satu harga akan diterapkan di Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin, (4/12/2017) lalu. Tarif tol sepanjang 10,57 kilometer tersebut dipatok sama, yakni Rp7.000 untuk kendaraan golongan I.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan, penetapan tarif tersebut mengacu pada surat keputusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait tarif Tol Soroja yang dikeluarkan 8 Desember 2017 lalu.
Dalam SK tersebut, Tol Soroja menerapkan tarif jauh dekat satu harga dengan rincian, golongan I Rp7.000, golongan II Rp10.500, golongan III Rp14.000, golongan IV itu Rp17.500, dan golongan V Rp21.000.
"Pak Menteri PUPR telah menerbitkan SK untuk tarif Tol Soroja sejak 8 Desember (2017) lalu," ungkap Iwa di Bandung, Jumat (22/12/2017).
Lebih lanjut Iwa mengatakan, sejak diresmikan Presiden Jokowi, Tol Soroja tidak seketika dibuka untuk umum. Bahkan, setelah tarif resmi diperoleh dari Kementerian PUPR pun, Tol Soroja belum bisa dipoperasikan secara penuh.
Menurut Iwa, kondisi tersebut terjadi karena proses konektivitas tarif antara Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Soroja dan Padalarang Cileunyi (Padaleunyi) serta Cikopo-Palimanan (Cipali) belum tuntas.
"Jadi, konektivitas sistem dengan Tol Padaleunyi dan Cipali ke Soroja masih disimulasikan dan diharapkan bisa selesai cepat. Dari Padaleunyi, termasuk Cipali itu sistemnya sedang disingkronkan," terang Iwa.
Ketiga BUJT tersebut, kata Iwa, tengah membahas akuntabilitas pendapatan masing-masing dari penerapan satu harga lewat elektronik tol (e-toll). Proses ini menurutnya membutuhkan waktu karena harus teruji validasinya.
"Namun, pembagian sharing pendapatan tiga operator ini diharapkan tuntas pekan ini," katanya. Jika perkara ini selesai, lanjut Iwa, maka operator Tol Soroja bisa langsung menerapkan tarif yang sudah ditetapkan oleh Kementerian PUPR tersebut.
Iwa menambahkan, selain persoalan konektivitas tarif dan pendapatan operator, pihaknya juga tengah menunggu penuntasan uji coba sistem di pintu Tol Kutawaringin Barat dan Timur.
Pihak PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) sebagai operator Tol Soroja menargetkan, uji coba ini tuntas pada akhir pekan ini agar masyarakat pengguna di kawasan tersebut bisa mengakses Tol Soroja. "Kutawaringin ditargetkan Sabtu malam atau Minggu selesai," sebutnya seraya berharap, Tol Soroja bisa digunakan saat libur Natal dan Tahun Baru 2018.
Diketahui, kehadiran tol penghubung Kota Bandung dan Kabupaten Bandung ini sudah dinantikan masyarakat di kedua kota/kota kabupaten tersebut karena dapat memangkas waktu perjalanan menjadi 12 menit dari sebelumnya 1,5 jam-2 jam jika menggunakan jalan arteri.
Tol Soroja terbagi kedalam dua seksi. Seksi I ruas simpang susun Pasirkoja-Margaasih sepanjang 2,75 km dan Seksi II ruas simpang susun Margaasih-Katapang sepanjang 3,3 km, serta seksi III ruas simpang susun Katapang-Soreang 2,1 km.
Tol Soroja memiliki lima gerbang, yakni Margaasih Barat, Margaasih Timur, Kutawaringin Barat, Kutawaringin Timur dan Soreang. Tol Soroja juga akan menjadi bagian dari jaringan transportasi Bandung Raya yang terkoneksi dengan Tol Purbaleunyi melalui persimpangan di kilometer 132.
Tol Soroja diyakini akan meningkatkan aksesbilitas menuju berbagai destinasi wisata atraktif di wilayah Bandung selatan, seperti kawasan Ciwidey, Kawah Putih, perkebunan teh Rancabali, dan kawasan wisata Rancaupas serta kawasan Pangalengan dengan pusat destinasinya Situ Cileunca hingga Rancabuaya dan wilayah selatan Jabar yang sangat potensial.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan, penetapan tarif tersebut mengacu pada surat keputusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait tarif Tol Soroja yang dikeluarkan 8 Desember 2017 lalu.
Dalam SK tersebut, Tol Soroja menerapkan tarif jauh dekat satu harga dengan rincian, golongan I Rp7.000, golongan II Rp10.500, golongan III Rp14.000, golongan IV itu Rp17.500, dan golongan V Rp21.000.
"Pak Menteri PUPR telah menerbitkan SK untuk tarif Tol Soroja sejak 8 Desember (2017) lalu," ungkap Iwa di Bandung, Jumat (22/12/2017).
Lebih lanjut Iwa mengatakan, sejak diresmikan Presiden Jokowi, Tol Soroja tidak seketika dibuka untuk umum. Bahkan, setelah tarif resmi diperoleh dari Kementerian PUPR pun, Tol Soroja belum bisa dipoperasikan secara penuh.
Menurut Iwa, kondisi tersebut terjadi karena proses konektivitas tarif antara Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Soroja dan Padalarang Cileunyi (Padaleunyi) serta Cikopo-Palimanan (Cipali) belum tuntas.
"Jadi, konektivitas sistem dengan Tol Padaleunyi dan Cipali ke Soroja masih disimulasikan dan diharapkan bisa selesai cepat. Dari Padaleunyi, termasuk Cipali itu sistemnya sedang disingkronkan," terang Iwa.
Ketiga BUJT tersebut, kata Iwa, tengah membahas akuntabilitas pendapatan masing-masing dari penerapan satu harga lewat elektronik tol (e-toll). Proses ini menurutnya membutuhkan waktu karena harus teruji validasinya.
"Namun, pembagian sharing pendapatan tiga operator ini diharapkan tuntas pekan ini," katanya. Jika perkara ini selesai, lanjut Iwa, maka operator Tol Soroja bisa langsung menerapkan tarif yang sudah ditetapkan oleh Kementerian PUPR tersebut.
Iwa menambahkan, selain persoalan konektivitas tarif dan pendapatan operator, pihaknya juga tengah menunggu penuntasan uji coba sistem di pintu Tol Kutawaringin Barat dan Timur.
Pihak PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) sebagai operator Tol Soroja menargetkan, uji coba ini tuntas pada akhir pekan ini agar masyarakat pengguna di kawasan tersebut bisa mengakses Tol Soroja. "Kutawaringin ditargetkan Sabtu malam atau Minggu selesai," sebutnya seraya berharap, Tol Soroja bisa digunakan saat libur Natal dan Tahun Baru 2018.
Diketahui, kehadiran tol penghubung Kota Bandung dan Kabupaten Bandung ini sudah dinantikan masyarakat di kedua kota/kota kabupaten tersebut karena dapat memangkas waktu perjalanan menjadi 12 menit dari sebelumnya 1,5 jam-2 jam jika menggunakan jalan arteri.
Tol Soroja terbagi kedalam dua seksi. Seksi I ruas simpang susun Pasirkoja-Margaasih sepanjang 2,75 km dan Seksi II ruas simpang susun Margaasih-Katapang sepanjang 3,3 km, serta seksi III ruas simpang susun Katapang-Soreang 2,1 km.
Tol Soroja memiliki lima gerbang, yakni Margaasih Barat, Margaasih Timur, Kutawaringin Barat, Kutawaringin Timur dan Soreang. Tol Soroja juga akan menjadi bagian dari jaringan transportasi Bandung Raya yang terkoneksi dengan Tol Purbaleunyi melalui persimpangan di kilometer 132.
Tol Soroja diyakini akan meningkatkan aksesbilitas menuju berbagai destinasi wisata atraktif di wilayah Bandung selatan, seperti kawasan Ciwidey, Kawah Putih, perkebunan teh Rancabali, dan kawasan wisata Rancaupas serta kawasan Pangalengan dengan pusat destinasinya Situ Cileunca hingga Rancabuaya dan wilayah selatan Jabar yang sangat potensial.
(ven)
Lihat Juga :