IMF Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Inggris 2018 Turun

Minggu, 24 Desember 2017 - 19:37 WIB
IMF Proyeksi Pertumbuhan...
IMF Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Inggris 2018 Turun
A A A
LONDON - International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan PDB 2018 sebesar 1,5% atau turun dari tahun ini sebesar 1,6%. Alasannya, ketidakpastian brexit sebagai peredam utama pertumbuhan.

Seperti dikutip dari Times of Malta, Minggu (24/12/2017), IMF menyambut perkembangan terakhir atas pembicaraan brexit, namun ada daftar tugas yang sangat panjang di depan dengan waktu yang sangat ambisius, termasuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa (UE), menegosiasikan pengaturan baru dengan sekitar 60 negara, meningkatkan sumber daya manusia dan TI.

Di bidang bea cukai dan lainnya, serta mentranspos ribuan halaman UU Uni Eropa ke dalam UU domestik Inggris. Sementara itu, kepercayaan bisnis Jerman melemah pada Desember, hasil survei dari institut Ifo.

Indeks sentimen bisnis turun menjadi 117,2 pada Desember. Para ekonom memperkirakan indikator akan naik menjadi 117,6 dari perkiraan awal November sebesar 117,5.

Penurunan sentimen bisnis dari rekor tinggi menunjukkan bahwa prospek tahun depan masih positif meski latar belakang politiknya tidak pasti dan prospek Bank Sentral Eropa mengurangi program pelonggaran moneternya.

Namun, dengan pertumbuhan UE yang masih sangat lemah, bank sentral tidak terburu-buru menaikkan suku bunga. Akhirnya di AS, indeks kepercayaan National Association of Home Builders (NAHB) menunjukkan lonjakan kepercayaan para homebuilder yang tak terduga pada Desember mengenai ekspektasi ekonomi yang lebih kuat.

Pembacaan bulanan tentang sentimen homebuilder meningkat lima poin menjadi 74. Ini adalah pembacaan tertinggi sejak 1999. Sebuah angka di atas 50 mengindikasikan sentimen positif.
Sementara itu, pembacaan pada November direvisi turun satu poin. Para ekonom memperkirakan indeks akan terjadi tidak berubah dibandingkan dengan yang sebelumnya dilaporkan pada bulan sebelumnya.

"Dengan tingkat pengangguran yang rendah, demografi yang menguntungkan dan persediaan-persediaan rumah yang ada, kita dapat terus melanjutkan pergerakan sektor konstruksi keluarga tunggal tahun depan," kata Kepala Ekonom NAHB Robert Dietz.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
10 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
27 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved