Rupiah Ditutup Mixed meski USD Sore Ini Jatuh

Kamis, 28 Desember 2017 - 17:19 WIB
Rupiah Ditutup Mixed...
Rupiah Ditutup Mixed meski USD Sore Ini Jatuh
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup mixed atau variatif tak mampu memanfaatkan kondisi USD yang melemah terhadap beberapa mata uang lainnya.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi penutupan berada di level Rp13.560/USD atau melemah tipis dari penutupan sebelumnya di level Rp13.559/USD. Rupiah sendiri sepanjang hari ini bergerak pada kisaran level Rp13.551-Rp13.560/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg hingga akhir sesi perdagangan hari ini berada pada level Rp13.557/USD atau menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.561/USD dengan kisaran level Rp13.544-Rp13.566/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah melemah ke level Rp13.595/USD dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.580/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan pada level Rp13.560/USD atau naik tipis dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.562/USD.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/12/2017), USD jatuh terhambat penurunan baru-baru ini dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS. Sementara mata uang terkait komoditas didukung kenaikan harga logam dan minyak pekan ini.

Indeks USD terhadap enam mata uang utama merosot ke level 92.734, level terlemahnya dalam hampir dalam empat pekan. Indeks telah turun lebih dari 9% tahun ini, menempatkannya di jalur untuk slide tahunan terbesar sejak 2003.

Euro terhadap USD naik 0,4% ke level 1,1929. Mata uang tunggal telah menguat lebih dari 13% sepanjang tahun ini, jauh di atas kinerja terbaiknya sejak 2003.

Sementara, USD terhadap yen juga melemah sebesar 0,5% menjadi 112,78. Lee Jin Yang, analis riset Aberdeen Standard Investments di Singapura mengatakan, penurunan USD pekan ini mungkin sebagian mencerminkan jenis reaksi sell-the-fact setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani reformasi pajak AS ke dalam UU pekan lalu.

Dolar Australia terhadap USD menyentuh level tertinggi dalam dua bulan di level 0,7799, setelah memperoleh lebih dari 1% sejauh pekan ini. Dolar Kanada juga menyentuh puncak tertinggi dalam dua bulan sebesar 1.2613.

Bitcoin, mata uang digital terbesar dan paling terkenal, terakhir turun 8,9% pada hari ini sekitar 14.000 di bursa Bitstamp yang berbasis di Luxembourg.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
15 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
44 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved