Rupiah Jaga Tren Penguatan di Akhir 2017 Saat USD Tergelincir
Jum'at, 29 Desember 2017 - 17:21 WIB
Rupiah Jaga Tren Penguatan di Akhir 2017 Saat USD Tergelincir
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup naik tipis, untuk menjaga tren penguatan sejak pembukaan pagi tadi. Membaiknya mata uang Garuda di akhir perdagangan 2017 ketika USD tergelincir ke posisi terendah dalam tiga bulan.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah pada perdagangan sore menguat ke level Rp13.556/USD dibandingkan penutupan kemarin yang masih dalam tren positif di posisi Rp13.595/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hingga akhir sesi perdagangan hari ini juga memperlihatkan peningkatan tipis menjadi Rp13.555/USD. Angka tersebut lebih baik dari akhir perdagangan sebelumnya di level Rp13.557/USD dengan kisaran harian Rp13.544-Rp13.563/USD.
Rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan pada level Rp13.548/USD. Dimana rupiah terlihat perkasa dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.560/USD.
Di sisi lain data Yahoo Finance justru menunjukkan pelemahan rupiah dalam sesi penutupan ke level Rp13.565/USD. Rupiah berkurang lima poin dari sesi kemarin yang bertengger pada posisi Rp13.560/USD saat sepanjang hari ini bergerak pada kisaran level Rp13.538-Rp13.565/USD.
Sementara seperti dilansir Reuters, Jumat (29/12/2017) dolar AS tergelincir ke titik terendah dalam lebih dari tiga bulan terhadap beberapa mata uang utama ketika euro dan poundsterling malahan meningkat. Poisisi ini menempat greenback pada jalur yang hampir mencapai kejatuhan 10%. Posisi ini menjadi yang terburuk sejak 2003.
Banyak investor minim transaksi pada perdagangan di akhir tahun saat masih memantau seputar perkembangan reformasi pajak serta pelaporan kinerja perusahaan hingga mengarah dengan memberikan tekanan kepada dolar. Tercatat USD lebih rendah 0,3% terhadap Yen menjadi 112.56.
Menghadapi Yen sepanjang tahun ini, USD diperkirakan hampir kehilangan mencapai 4%. Sedangkan euro bangkit menuju level terbaik dalam tiga bulan menjadi 1.1982 saat melawan USD dan telah naik hampir 14% terhadap USD pada 2017. Posisi ini menjadi performa terbaik sejak 2003.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah pada perdagangan sore menguat ke level Rp13.556/USD dibandingkan penutupan kemarin yang masih dalam tren positif di posisi Rp13.595/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hingga akhir sesi perdagangan hari ini juga memperlihatkan peningkatan tipis menjadi Rp13.555/USD. Angka tersebut lebih baik dari akhir perdagangan sebelumnya di level Rp13.557/USD dengan kisaran harian Rp13.544-Rp13.563/USD.
Rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan pada level Rp13.548/USD. Dimana rupiah terlihat perkasa dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.560/USD.
Di sisi lain data Yahoo Finance justru menunjukkan pelemahan rupiah dalam sesi penutupan ke level Rp13.565/USD. Rupiah berkurang lima poin dari sesi kemarin yang bertengger pada posisi Rp13.560/USD saat sepanjang hari ini bergerak pada kisaran level Rp13.538-Rp13.565/USD.
Sementara seperti dilansir Reuters, Jumat (29/12/2017) dolar AS tergelincir ke titik terendah dalam lebih dari tiga bulan terhadap beberapa mata uang utama ketika euro dan poundsterling malahan meningkat. Poisisi ini menempat greenback pada jalur yang hampir mencapai kejatuhan 10%. Posisi ini menjadi yang terburuk sejak 2003.
Banyak investor minim transaksi pada perdagangan di akhir tahun saat masih memantau seputar perkembangan reformasi pajak serta pelaporan kinerja perusahaan hingga mengarah dengan memberikan tekanan kepada dolar. Tercatat USD lebih rendah 0,3% terhadap Yen menjadi 112.56.
Menghadapi Yen sepanjang tahun ini, USD diperkirakan hampir kehilangan mencapai 4%. Sedangkan euro bangkit menuju level terbaik dalam tiga bulan menjadi 1.1982 saat melawan USD dan telah naik hampir 14% terhadap USD pada 2017. Posisi ini menjadi performa terbaik sejak 2003.
(akr)