Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat di Bulan November

Senin, 01 Januari 2018 - 17:59 WIB
Pertumbuhan Kredit Perbankan...
Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat di Bulan November
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan kredit perbankan yang disalurkan pada bulan November 2017 sebesar Rp4.635,0 triliun atau tumbuh 7,4% lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,1% dari Rp4.906,5 triliun. Perlambatan pertumbuhan kredit perbankan terjadi pada kredit modal kerja (KMK) yang tumbuh melambat dari 8,1% pada Oktober menjadi 7,3% dan kredit investasi (KI) dari 5,5% pada bulan Oktober menjadi 4,6%.

Sementara kredit konsumsi (KK) tercatat sebesar Rp1.353,3 triliun tumbuh stabil sebesar 10,2%. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman mengatakan, berdasarkan sektor ekonominya, perlambatan pertumbuhan KMK dan KI didorong oleh melambatnya kredit yang disalurkaan kepada sektor industri pengolahan dan sektor jasa keuangan, real estate, dan jasa perusahaan.

"KMK pada kedua sektor tersebut masing-masing tumbuh melambat dari 7,6% dan 11,8% menjadi 5,5% dan 9,4%," kata Agusman di Jakarta.

KI untuk sektor industri pengolahan tumbuh melambat dari 4,3% menjadi 1,1% sementara KI untuk sektor keuangan, real estate, dan jasa aperusahaan tumbuh lambat dari 9,6% menjadi 7,8% pada November 2017. Dia melanjutkan, kondisi sebaliknya terjadi pada kredit properti yang mengalami akselerasi dari tumbuh 13% menjadi 13,6%, khususnya didorong oleh kredit yang disalurkan pada sektor konstruksi serta KPR dan KPA.

"Pertumbuhan kredit konstruksi terutama disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan kredit pada sektor konstruksi perumahan sederhana dan konstruksi bangunan jalan tol," papar Agusman.

Selanjutnya, pertumbuhan KPR dan KPA juga mencatatkan pertumbuhan dari 10,8% pada bulan sebelumnya menjadi 11% sehingga mencapai posisi Rp402,9 triliun. Namun demikian, sambung dia, kredit real estate tercatat melambat menjadi sebesar 8,7% dari sebelumnya 9,5%.

Adapun pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan pada bulan November 2017 juga tumbuh melambat dari 10,7% sebesar Rp5.020,3 triliun pada bulan Oktober 2017 menjadi 9,1% atau sebesar Rp5.048,8 triliun. Menurut Agusman, perlambatan DPK tersebut disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan giro berdenominasi rupiah yang turun dari 19,3% menjadi 13,3% pada November 2017.

Sementara giro valas turun semakin dalam dari -1,7% pada Oktober 2017 menjadi sebesar -5,6% serta simpanan berjangka dalam valas tumbuh melambat dari 20,1% menjadi 9,8% pada November 22017 dimana perlambatan tersebut disebabkan oleh adanya penurunan pertumbuhan simpanan berjangka valas pada golongan nasabah perorangan.

"Secara umum, DPK berdenominasi valas mengalami perlambatan sejalan dengan kebutuhan valas yang tinggi di akhir tahun," ungkapnya.

Pertumbuhan tabungan pada November 20117 tersebut sejalan dengan hasil survei konsumen November yang mengidikasikan peningkatan porsi tabungan terhadap pendapatan rumah tangga.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan, kinerja intermediasi perbankan diperkirakan akan membaik. DPK pada tahun 2017 diperkirakan naik sekitar 9% sementara tahun 2018 tumbuh dalam kisaran 9%-11%. Sedangkan kredit pada akhir 2017 tumbuh sekitar 8% dan akan kembali meningkat pada tahun 2018 menjadi 10%-12%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penyaluran Kredit Bank...
Penyaluran Kredit Bank Naik di Agustus 2023, BI Ungkap Penyebabnya
BI Prediksi Pertumbuhan...
BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Sisa 2024 Tetap Berada di Kisaran 10-12 Persen
Permintaan Kredit Pelaku...
Permintaan Kredit Pelaku Usaha Masih Lemas, BI: Dana Belum Cair Rp2.374,8 Triliun
Awas, BI Kasih Peringatan...
Awas, BI Kasih Peringatan Perlambatan Kredit Masih Akan Terjadi
Kualitas Kredit Membaik,...
Kualitas Kredit Membaik, Bank Mandiri Catat Penurunan NPL 1,36%
Penyaluran Kredit BRI...
Penyaluran Kredit BRI Tembus Rp922,97 Triliun, Paling Gede Buat UMKM
Berita Terkini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
1 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
2 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
3 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
4 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved