Dikembalikan ke Bulog, Pemerintah Batal Impor Beras lewat PPI

Senin, 15 Januari 2018 - 15:26 WIB
Dikembalikan ke Bulog,...
Dikembalikan ke Bulog, Pemerintah Batal Impor Beras lewat PPI
A A A
JAKARTA - Pemerintah akhirnya melakukan sejumlah penyesuaian atas rencana impor beras sebanyak 500.000 ton yang akan dilakukan hingga Februari tahun ini.

Perubahan tersebut diumumkan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution saat membuka Rapat Koordinasi terkait Kebijakan Impor Beras bersama instansi terkait, yaitu Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog), Senin (15/1/2018) di Jakarta.

"Impor beras di awal tahun ini tetap dilakukan dengan beberapa perubahan dalam mekanisme pelaksanaanya," ungkap Menko Darmin.

Penyesuaian itu adalah, impor beras yang semula dilakukan oleh PT PPI (Persero) akan dilakukan oleh Bulog. Selain itu, beras yang diimpor adalah dalam bentuk beras umum, sesuai mandat Perpres No 48 Tahun 2016. Sebelumnya, yang akan diimpor pemerintah rencananya adalah beras khusus.

Sementara total volume impor tetap sampai dengan 500.000 ton, yang akan masuk sampai dengan Februari 2018 untuk stabilisasi harga. Darmin menyebutkan penyesuaian ini berdasarkan Inpres No 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah.

Adapun kesepakatan yang dicapai dalam rapat adalah pemerintah meminta Bulog terus melakukan operasi pasar seperti yang sudah dilakukan. Pemerintah juga menugaskan Bulog untuk menyerap gabah dan beras hasil panen petani dengan fleksibilitas harga sesuai Inpres No 5 Tahun 2015 dan Permentan No 71 Tahun 2015.

Pemerintah juga akan melakukan penyempurnaan data luas panen, produktivitas dan produksi melalu kerja sama antara BPS dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT); Menggunakan basis data kebijakan satu peta (one map policy); Verifikasi lahan secara sample oleh pihak independen.

Hadir dalam rapat, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud, serta pejabat terkait lainnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
P3S Soroti Transparansi...
P3S Soroti Transparansi dan Akuntabilitas Perum Bulog
Bos Bulog Buka-bukaan...
Bos Bulog Buka-bukaan Soal Mahalnya Harga Beras dari China, Impor 1 Juta Ton Batal?
Bulog Kantongi Izin...
Bulog Kantongi Izin Impor 2 Juta Ton Beras di 2024, Buat Apa?
Impor Beras 1 Juta Ton...
Impor Beras 1 Juta Ton Diambil dari China, Buwas: Sudah Terikat
DPR Soroti Temuan Puluhan...
DPR Soroti Temuan Puluhan Ribu Ton Beras Impor Menguning di Gudang Bulog
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Berita Terkini
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
6 jam yang lalu
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
8 jam yang lalu
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
8 jam yang lalu
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
8 jam yang lalu
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
9 jam yang lalu
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
9 jam yang lalu
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved