P3S Soroti Transparansi dan Akuntabilitas Perum Bulog
Rabu, 24 Juli 2024 - 15:54 WIB
loading...
P3S menyoroti transparansi dan akuntabilitas Perum Bulog. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menyoroti transparansi dan akuntabilitas
Perum Bulog usai terkena denda impor beras atau demmurage sebesar Rp294,5 miliar.
Hal tersebut disampaikan Jerry begitu ia disapa menanggapi klaim Dirut Perum Bayu Krisnamurthi yang mengaku telah menerapkan praktik transparan dalam mekanisme lelang impor beras namun terlilit skandal demurrage Rp 294,5 miliar.
"Akuntabilitas dan kredibilitas Bulog harus didorong. Kasus-kasus yang sekarang sedang dihadapi Bulog, seperti kasus demurrage harus di-clear-kan, selesaikan dulu semua secara transparan," kata Jerry, Rabu,(24/7/2024).
Baca Juga: Rencana Bapanas-Bulog Impor Beras Dipertanyakan di Tengah Kasus Dugaan Mark Up Rp8,5 Triliun
Dia beranggapan selama ini Perum Bulog tidak transparan dalam urusan pengadaan hingga distribusi beras. Jerry mengatakan Perum Bulog juga tidak pernah menjelaskan detil soal cadangan dan kebutuhan masyarakat akan beras.
"Kita juga tidak tahu, siapa yang diberikan kepercayaan untuk mengimpor, harganya berapa saat diimpor, saat dijual berapa. Gak pernah tahu kan. Tiba-tiba dinyatakan harus impor untuk menjaga cadangan pangan. Itu hasil panen berapa yang tersalurkan, berapa yang dijadikan cadangan kita kan tidak tahu. Samar-samar," sindir Jerry.
Perum Bulog usai terkena denda impor beras atau demmurage sebesar Rp294,5 miliar.
Hal tersebut disampaikan Jerry begitu ia disapa menanggapi klaim Dirut Perum Bayu Krisnamurthi yang mengaku telah menerapkan praktik transparan dalam mekanisme lelang impor beras namun terlilit skandal demurrage Rp 294,5 miliar.
"Akuntabilitas dan kredibilitas Bulog harus didorong. Kasus-kasus yang sekarang sedang dihadapi Bulog, seperti kasus demurrage harus di-clear-kan, selesaikan dulu semua secara transparan," kata Jerry, Rabu,(24/7/2024).
Baca Juga: Rencana Bapanas-Bulog Impor Beras Dipertanyakan di Tengah Kasus Dugaan Mark Up Rp8,5 Triliun
Dia beranggapan selama ini Perum Bulog tidak transparan dalam urusan pengadaan hingga distribusi beras. Jerry mengatakan Perum Bulog juga tidak pernah menjelaskan detil soal cadangan dan kebutuhan masyarakat akan beras.
"Kita juga tidak tahu, siapa yang diberikan kepercayaan untuk mengimpor, harganya berapa saat diimpor, saat dijual berapa. Gak pernah tahu kan. Tiba-tiba dinyatakan harus impor untuk menjaga cadangan pangan. Itu hasil panen berapa yang tersalurkan, berapa yang dijadikan cadangan kita kan tidak tahu. Samar-samar," sindir Jerry.
Lihat Juga :