Internet Memengaruhi Pertumbuhan Konsumsi FMCG

Selasa, 16 Januari 2018 - 03:03 WIB
Internet Memengaruhi...
Internet Memengaruhi Pertumbuhan Konsumsi FMCG
A A A
JAKARTA - Hampir semua pembeli Fast Moving Consumer Goods (FMCG) masih menonton TV dan media elektronik tersebut tetap menjadi saluran terbaik untuk mencakup jangkauan yang lebih luas. Namun, General Manager Kantar Worldpanel Indonesia, Venu Madhav mengatakan, pada tahun 2017, sebanyak 31% konsumen produk FMCG memiliki akses ke internet.

"Angka itu meningkat dari hanya 17% di tahun 2015. Hal ini membuktikan media digital menjadi semakin menarik bagi masyarakat Indonesia. Karena itu, internet tidak hanya menjadi media alternatif untuk menjangkau pembeli. Kenaikan 80% dalam dua tahun menunjukkan bahwa digital media pada hakikatnya memang penting dan relevan," tutur Venu dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/1/2018).

Infrastruktur telekomunikasi merupakan faktor sangat penting untuk mendorong penetrasi penggunanan internet, disamping biaya pemakaian data. Hal ini terlihat dari penetrasi internet di daerah pedesaan yang lebih rendah, di mana hanya 20% pembeli FMCG memiliki akses ke internet. Fenomena ini berbanding terbalik dengan kondisi pada sembilan kota utama di Indonesia, dimana 50% konsumen FMCG memiliki akses kepada dunia maya.

Namun, jika di perhatikan waktu yang dihabiskan pada media digital, eksposur masyarakat rural menunjukkan angka lebih besar. Faktanya, konsumen produk FMCG Indonesia di daerah rural menghabiskan waktu 11% lebih banyak pada perangkat digital dibandingkan dengan konsumen produk FMCG di perkotaan besar.

"Waktu yang dihabiskan oleh konsumen produk FMCG di area rural Indonesia rata-rata adalah 3,9 jam untuk browsing, media sosial dan aktivitas digital lainnya," tutur Johan Pangaribuan, direktur expert solution Kantar Worldpanel Indonesia

Selain itu, konsumsi digital harian di area rural telah mencapai tingkat yang hampir sama dengan waktu yang dihabiskan untuk menonton TV. Hal ini memberi kesempatan untuk para pelaku pasar untuk mengekspos kampanye digital dengan durasi yang lebih lama dalam mengedukasi konsumen di segmen rural. Sebagai contohnya, lewat iklan pada situs video YouTube atau rangkaian serial online.

Sebagai pemain pada bisnis FMCG, menggunakan kelas ekonomi sosial (Social Economic Class/SEC) untuk mengidentifikasi target konsumen merupakan hal yang penting. "Namun, kami percaya bahwa peningkatan eksposur media, terutama eksposur pada media digital, mampu memberikan wawasan lebih dalam mendalami kebiasaan konsumen," tuturnya.

Dalam arti lain, pembelian konsumen tidak hanya didorong oleh status ekonomi mereka saja tetapi juga akibat dari eksposur informasi yang sampai kepada mereka. Hal ini berarti produk premium bukan lagi sebuah hal yang aspirasional bagi konsumen dengan status ekonomi yang rendah, namun produk premium ini sangat mungkin untuk ditambahkan sesekali ke keranjang belanja mereka sebagai hal yang mampu memberikan kesenangan dan memanjakan mereka.

Salah satu contohnya adalah produk premium dari kategori kosmetik. Berdasarkan data Kantar Worldpanel Indonesia, 20% dari pembelinya datang dari kelas ekonomi sosial bawah. Fakta ini menunjukkan bagaimana merek seharusnya turut mempertimbangkan segmen kelas bawah dalam rencana perencanaan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri F&B Melaju...
Industri F&B Melaju Pesat, LNK Jawab Tantangan Lewat Fasilitas Inovatif
Kinerja Industri Minuman...
Kinerja Industri Minuman Tahun 2023 Serta Peluang dan Tantangan di Tahun 2024
Industri Makanan dan...
Industri Makanan dan Minuman Indonesia: Melaju Pesat, Siap Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional
Industri Makanan dan...
Industri Makanan dan Minuman Lakukan Inovasi Antisipasi Pandemi
Industri Makanan dan...
Industri Makanan dan Minuman 'Dimasak' Menuju Transformasi Digital
25 Tahun Berkiprah,...
25 Tahun Berkiprah, Foodex Fokus Kembangkan Cita Rasa Nusantara
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
1 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved