Rupiah Dibuka Flat Saat USD Kalahkan Yen dan Euro

Selasa, 16 Januari 2018 - 10:19 WIB
Rupiah Dibuka Flat Saat...
Rupiah Dibuka Flat Saat USD Kalahkan Yen dan Euro
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pagi hari ini flat atau mendatar dari penutupan kemarin, namun masih berada di bawah level Rp13.400/USD. Kondisi mata uang rupiah terjadi saat USD sedikit bangkit terhadap beberapa mata uang lainnya.

Data Bloomberg, rupiah pada awal perdagangan berada di level Rp13.332/USD atau mendatar4 dari penutupan kemarin dengan kisaran level Rp13.319-Rp13.338/USD.

Menurut data Yahoo Finance dalam sesi pembukaan pagi ini, rupiah mengawali perdagangan juga mendatar pada level Rp13.332/USD atau hanya naik tipis dari sebelumnya di level Rp13.334/USD dengan kisaran level Rp13.325-Rp13.336/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka berada pada level Rp13.333/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah melemah dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.330/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, euro melemah setelah sebelumnya menguat di tengah optimisme tentang prospek ekonomi zona euro dan ekspektasi Bank Sentral Eropa untuk mengurangi stimulus moneternya yang masif.

Komentar kepala bank sentral Estonia dan setingkat ECB Ardo Hansson kemarin memperkuat harapan tersebut, dengan Hansson mengatakan kepada sebuah surat kabar Jerman bahwa ECB dapat mengakhiri skema pembelian obligasi 2,55 triliun euro dalam satu langkah setelah September jika ekonomi dan inflasi berkembang. seperti yang diharapkan sekarang.

Euro terhadap USD turun 0,1% ke level 1,2253 merayap jauh dari puncak kemarin sekitar 1,2296, level terkuatnya sejak Desember 2014.

Pelaku pasar mengatakan bahwa mereka memperkirakan euro akan tetap berada dalam pijakan yang solid dalam waktu dekat.

"Pasar akan melanjutkan tren ini," kata Stephen Innes, kepala perdagangan di Asia Pasifik untuk Oanda di Singapura yang mengacu pada kenaikan euro baru-baru ini.

"Meski fokus pada apakah kekuatan euro akan segera mengkhawatirkan ECB dan mendorongnya untuk membocorkan mata uangnya, hanya ada sedikit tanda dorongan balik dari ECB sejauh ini," kata Innes.

Indeks USD terhadap enam mata uang utama berada di level 90,540, di ata level terendah kemarin yakni level 90,279, level terlemahnya sejak Januari 2015.

USD melemah karena pasar tumbuh semakin yakin bahwa pemulihan global akan melampaui pertumbuhan AS dan mendorong bank sentral utama lainnya, yang dipimpin oleh ECB, untuk melepaskan strategi uang mudah mereka lebih cepat dari yang diperkirakan.

USD terhadap yen naik 0,3% ke level 110,85, merayap jauh dari level terendah empat bulan di level 110,32.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
4 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
8 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
9 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved