Poundsterling Membaik, Rupiah Ditutup Malah Loyo

Selasa, 16 Januari 2018 - 17:15 WIB
Poundsterling Membaik,...
Poundsterling Membaik, Rupiah Ditutup Malah Loyo
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menutup perdagangan hari ini melemah meski tidak terlalu tinggi pada saat poundsterling bergerak positif.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg di akhir sesi hari ini ke level Rp13.338/USD atau melemah dari penutupan kemarin di posisi Rp13.332/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp13.319-Rp13.340/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hingga sesi perdagangan sore berada di level Rp13.337/USD atau tidak lebih baik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.334/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada kisaran level Rp13.325-Rp13.340/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan pada level Rp13.333/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah melemah dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.330/USD.

Seperti dilansir Reuters, poundsterling berhenti setelah kenaikan baru-baru ini terhadap USD, karena para pelaku pasar menunggu kabar terbaru mengenai inflasi Inggris yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan namun, turun sedikit dari level tertingginya dalam enam tahun.

Meski demikian, itu, poundsterling terhadap euro tercatat tetap menguat meski tidak terlalu tinggi, yakni naik 0,2% menjadi 88,77 pence.

Poundsterling telah melonjak dalam beberapa hari terakhir, melakukan perdagangan ke tingkat tertinggi sejak pemungutan suara Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa pada Juni 2016.

Harapan bahwa beberapa anggota Uni Eropa siap mengizinkan Inggris untuk tetap berada di dekat blok perdagangan setelah kepergiannya membantu perdagangan poundsterling lebih tinggi.

Poundsterling terhadap USD berada di level 1.3785 dengan para pelaku pasar memusatkan perhatian pada data inflasiyang akan segera dirilis. Analis memperkirakan akan menunjukkan kenaikan inflasi Desember sebesar 3%.

"Inflasi kemungkinan akan tetap tempuh dari biasanya selama beberapa bulan ke depan karena efek kenaikan tarif kereta api Januari juga memburuk melalui angka-angka. Ini kemudian harus mulai melunakkan menjelang akhir kuartal I dengan asumsi pounds tetap berada pada level saat ini," kata Michael Hewson, analis kepala CMC Markets yang berbasis di London.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
8 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved