Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Diramal Capai 5,2%

Minggu, 21 Januari 2018 - 16:12 WIB
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Diramal Capai 5,2%
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2018 diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,2%. Menurut Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean, tidak banyak katalis pertumbuhan yang diharapkan bisa muncul di tahun ini, dari postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ataupun katalis moneter mungkin tidak akan banyak muncul.

"Dengan defisit fiskal yang kami perkirakan sebesar 2,3% terhadap PDB, APBN 2018 lebih terlihat konsolidatif dan populis ketimbang ekspansif dan populis," ujar Adrian di Jakarta, Minggu (21/1/2018).

Di satu sisi, realokasi anggaran ke arah pengeluaran rutin memang berpotensi memberikan daya dorong lewat naiknya belanja rutin pemerintah. Sementara di sisi lain, beberapa asumsi APBN, misalnya harga minyak (USD 48/barrel) yang jauh lebih rendah dibanding realita pasar (USD 60/barrel) berpotensi menginjeksi risiko kuasi-fiskal kedalam perekonomian.

"Apalagi bila kita asumsikan tax ratio di 2018 akan tetap berada di kisaran 10,6-11,0%," ungkapnya.

Dia menambahkan, dinamika sektor riil pada tahun 2017 lalu menunjukkan pergerakan yang sedikit lebih baik dibanding 2016. Di tahun 2017, PDB diprediksi telah bertumbuh di angka 5,1%, digerakkan utamanya oleh konsumsi masyakarat dan investasi. Namun lanjut dia, laju pertumbuhan konsumsi masyarakat di tahun 2017 tetap berada di angka hampir 5% atau tidak berbeda dengan laju pertumbuhan konsumsi masyarakat di 2015 dan 2016.

"Laju pertumbuhan investasi pun bergerak naik, utamanya ditopang oleh mulai bergeraknya investasi bangunan (infrastruktur) dan didorong oleh investasi mesin," paparnya.

Menurut dia, ada empat sektor ekonomi yang di 2017 tumbuh lebih tinggi dibanding PDB, pertama sektor konstruksi dengan atau sekitar 10,3% dari PDB, lalu Transportasi dan Pergudangan atau sekitar 4,2% dari PDB. Kemudian sektor Informasi dan Komunikasi atau sekitar5% dari PDB, dan Keuangan dan Asuransi atau sekitar 4,2% dari PDB.

Adapun jasa layanan bisnis bobotnya sekitar 1,8% dari PDB atau bertumbuh hampir 8% yoy di tahun 2017. "Secara total, empat plus satu sektor ekonomi itu, kesemuanya menyumbang bobot 25% terhadap PDB. Dan mereka adalah mesin pendorong utama perekonomian di 2017," urai Adrian.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
2 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
5 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
5 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
6 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
8 jam yang lalu
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
9 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved