Dipengaruhi Tiga Faktor, Inflasi Diprediksi Capai 3,5%

Minggu, 21 Januari 2018 - 19:17 WIB
Dipengaruhi Tiga Faktor,...
Dipengaruhi Tiga Faktor, Inflasi Diprediksi Capai 3,5%
A A A
JAKARTA - Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean mengatakan, Inflasi rata-rata tahunan diperkirakan mencapai angka 3,5% di 2018. Dibawah asumsi tidak terjadinya kenaikan harga-harga barang yang dikendalikan pemerintah (administered prices), stabilnya nilai rupiah, dan stabilnya harga beras, maka rerata tahunan inflasi diperkirakan mencapai angka 3,5%.

Dia menjelaskan, ada tiga faktor yang berperan signifikan dalam pergerakan inflasi Indonesia yakni harga makanan pokok terutama beras. Kemudian kurs rupiah sert harga BBM dan listrik yang dikendalikan pemerintah.

"Dua faktor pertama menjelaskan kurang-lebih 10% dari fluktuasi inflasi. Faktor ketiga menerangkan 10% lainnya. Dengan estimasi pertumbuhan PDB di angka 5,2%, artinya permintaan agregat tidak naik terlalu kuat, kami tidak melihat adanya tekanan signifikan terhadap inflasi inti (core inflation)," kata dia di Jakarta, Minggu (21/1/2018).

Terpisah, Sekretaris Lembaga Perusahaan LPS Samsu Adi menuturkan, tekanan inflasi diperkirakan akan terkendali pada tahun ini. "Terkendalinya inflasi akan membatasi ruang untuk meningkatkan suku bunga," kata Samsu.

Tren penurunan bunga deposito yang terjadi saat ini juga diproyeksikan sudah mendekati periode akhir dan bunga selanjutnya akan cenderung melandai di tengah tren inflasi yang rendah serta arah kebijakan moneter yang lebih stabil. Sementara itu, sambung dia, perbedaan kondisi likuiditas antar kelompok bank akan berdampak pada respons tingkat bunga yang diberikan di sisi dana dan kredit.

Dalam jangka pendek, tingkat suku bunga dana juga akan cenderung stabil mempertimbangkan belum adanya sinyal ekspansi kredit serta kemungkinan kenaikan tingkat bunga kebijakan (policy rate). Dia pun menuturkan, keputusan BI untuk mempertahankan BI 7-day reverse repo rate di posisi 4,25% akan terus berlanjut pada tahun ini.

"BI diprediksi akan mempertahankan bunga acuan di posisi 4,25% selama tahun ini. Di tengah iklim suku bunga di negara maju yang bergerak ke atas, penurunan suku bunga di dalam negeri tampak sulit dilakukan mengingat potensi dampaknya ke nilai tukar dan stabilitas sistem keuangan," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
2 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
2 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
3 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
3 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Rafael Granada...
Profil Rafael Granada Baay, Putra Tidore yang Sandang Pangkat Bintang Tiga TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved