Harga Minyak Dunia Naik Terangkat Positifnya Pertumbuhan Ekonomi
Selasa, 23 Januari 2018 - 11:00 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Terangkat Positifnya Pertumbuhan Ekonomi
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak dunia pada perdagangan hari ini naik, terangkat oleh pertumbuhan ekonomi yang sehat serta pengekangan pasokan yang sedang berlangsung oleh OPEC dan Rusia.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (23/1/2018), harga minyak brent berada di level USD69,33 per barel pada pukul 01.48 GMT, naik 30 sen atau 0,4% dari posisi penutupan kemarin, tidak jauh dari level tertinggi dalam tiga tahun di level USD70,37 per barel.
Sementara, harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD63,90 per barel, naik 33 sen atau 0,5% dari posisi sebelumnya. WTI mencapai level tertinggi sejak Desember 2014 di level USD64.89 per barel.
Pedagang mengatakan, pasar minyak pada umumnya didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang sehat dan tekanan pasokan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia, yang dimulai pada Januari tahun lalu dan akan terus berlanjut sepanjang 2018.
"Prospek ekonomi dan cuaca musiman yang dingin telah menyebabkan pertumbuhan permintaan minyak menguat, memfasilitasi kelanjutan penurunan persediaan minyak terhadap target rata-rata lima tahun OPEC baru-baru ini," kata BNP Paribas dalam sebuah catatan.
"Prospek untuk 2018 kira-kira seimbang untuk sebagian besar tahun ini, namun persediaan akan meningkat di kuartal IV/2018," kata bank Prancis tersebut.
Pihaknya telah menaikkan perkiraan harga minyak tahun 2018 sebesar USD10 per barel dan memperkirakan rata-rata WTI akan turun di level USD60 per barel dan brent di posisi USD65 per barel.
Untuk prospek jangka panjang, investor sedang bersiap untuk perubahan besar dalam permintaan minyak yang berasal dari kenaikan kendaraan listrik.
"Kita melihat permintaan minyak puncak pada tahun 2030 untuk kendaraan listrik. Kendaraan listrik akan menggantikan kendaraan konvensional pada 2050," kata Bank of America Merrill Lynch dalam sebuah catatan kepada investor.
Bank tersebut juga mengatakan bahwa ketika permintaan bensin mencapai puncak pada 2025 (dan minyak total pada tahun 2030), tingkat utilisasi kilang dapat turun secara permanen dan margin penyulingan menderita berat.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (23/1/2018), harga minyak brent berada di level USD69,33 per barel pada pukul 01.48 GMT, naik 30 sen atau 0,4% dari posisi penutupan kemarin, tidak jauh dari level tertinggi dalam tiga tahun di level USD70,37 per barel.
Sementara, harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD63,90 per barel, naik 33 sen atau 0,5% dari posisi sebelumnya. WTI mencapai level tertinggi sejak Desember 2014 di level USD64.89 per barel.
Pedagang mengatakan, pasar minyak pada umumnya didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang sehat dan tekanan pasokan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia, yang dimulai pada Januari tahun lalu dan akan terus berlanjut sepanjang 2018.
"Prospek ekonomi dan cuaca musiman yang dingin telah menyebabkan pertumbuhan permintaan minyak menguat, memfasilitasi kelanjutan penurunan persediaan minyak terhadap target rata-rata lima tahun OPEC baru-baru ini," kata BNP Paribas dalam sebuah catatan.
"Prospek untuk 2018 kira-kira seimbang untuk sebagian besar tahun ini, namun persediaan akan meningkat di kuartal IV/2018," kata bank Prancis tersebut.
Pihaknya telah menaikkan perkiraan harga minyak tahun 2018 sebesar USD10 per barel dan memperkirakan rata-rata WTI akan turun di level USD60 per barel dan brent di posisi USD65 per barel.
Untuk prospek jangka panjang, investor sedang bersiap untuk perubahan besar dalam permintaan minyak yang berasal dari kenaikan kendaraan listrik.
"Kita melihat permintaan minyak puncak pada tahun 2030 untuk kendaraan listrik. Kendaraan listrik akan menggantikan kendaraan konvensional pada 2050," kata Bank of America Merrill Lynch dalam sebuah catatan kepada investor.
Bank tersebut juga mengatakan bahwa ketika permintaan bensin mencapai puncak pada 2025 (dan minyak total pada tahun 2030), tingkat utilisasi kilang dapat turun secara permanen dan margin penyulingan menderita berat.
(izz)
Lihat Juga :