Produsen Mesin Kangen Water Terus Lengkapi Perizinan

Kamis, 25 Januari 2018 - 21:45 WIB
Produsen Mesin Kangen...
Produsen Mesin Kangen Water Terus Lengkapi Perizinan
A A A
JAKARTA - Produsen mesin Kangen Water, PT Enagic Indonesia, tengah melengkapi perizinan yang diperlukan agar tetap bisa mengakomodir permintaan masyarakat akan air alkali. Persoalan yang sempat terjadi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) disebut telah mendapatkan titik temu.

Distributor produk air alkali di Indonesia, dr Andhyka Sedyawan menjelaskan, persoalan dengan Kemenkes beberapa waktu lalu sebenarnya hanya salah paham. Dia menjelaskan, Kemenkes memang belum mengkategorikan water elektrolisis sebagai alat kesehatan, sehingga belum bisa diterapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada mesin pemroduksi air alkali.

"Jadi, waktu itu Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat informasi ketika kita beroperasi di Indonesia. Tapi oleh direktur PT Enagic Indonesia yang memproduksi mesin ini disangkanya surat izin edar. Jadi kami diberitahukan sudah mendapat izin edar, padahal hanya informasi dari Kemenkes," papar Andhyka melalui keterangan pers, Kamis (25/1/2018).

Namun persoalan tersebut menurutnya sudah mendapatkan titik temu. Sejak kejadian November tahun lalu, kata Andhyka, Kemenkes juga tidak melarang izin pihaknya sebagai distributor mesin Kangen Water memasarkan alat ini di Indonesia. PT Enagic Indonesia sebagai produsen mesin Kangen Water, tegas dia, juga tengah mengurus perizinan yang diperlukan.

"Namun kita harus lebih mengedukasi masyarakat akan manfaat air alkali ini," imbuhnya.

Dokter spesialis penyakit dalam Andy Pratama Dharma dalam acara Amazing Water Conference belum lama ini mengatakan, selama ini orang memang sering salah paham tentang manfaat air alkali yang terionisasi karena dianggap dapat menyembuhkan penyakit. Padahal, tegas dia, air alkali terionisasi hanya dapat membantu proses penyembuhan.

"Air alkali bisa mempercepat penyembuhan beragam penyakit, salah satunya diabetes. Pasien diabetes yang mengonsumsi air alkali secara rutin disertai dengan obat-obatan terbukti mengalami penurunan kadar gula darah dibandingkan yang hanya minum air biasa. Ini ada bukti ilmiahnya, bukan klaim biasa," ujarnya.

Karena itu, Andy mengimbau masyarakat untuk tidak keliru menyerap informasi yang beredar terkait manfaat air alkali yang dapat menyembuhkan penyakit. Termasuk juga informasi yang menyebutkan bahwa air alkali memiliki efek samping.

"Penelitian tentang keamanan dan efektivitas air alkali dalam pengobatan dan pencegahan penyakit sudah sejak 1931 di Jepang. Lalu pada 1966 dilakukan pada hewan dan manusia dan dipresentasikan ke Depkes Jepang hingga akhirnya disetujui untuk dikonsumsi," papar Andy.

Dia mengatakan, terdapat 500 penelitian di jurnal kedokteran yang menunjukkan manfaat air alkali dalam mempercepat penyembuhan 150 penyakit. "Dari kajian yang dilakukan, manfaat air alkali bukan untuk pengobatan tapi hanya mendampingi. Bukan berarti minum air alkali saja bisa sembuh, tapi kandungan di dalamnya bagus untuk mempercepat penyembuhan penyakit," jelasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menristek Minta Kemenkes...
Menristek Minta Kemenkes Permudah Aturan Produksi Alkes
Deloitte Luncurkan Hasil...
Deloitte Luncurkan Hasil Riset Bertajuk Digitising Indonesia's Health Care Sector
DPR Dukung Kemudahan...
DPR Dukung Kemudahan Izin Masuk Alat-Alat Kesehatan
Industri Alkes Tak Berkembang...
Industri Alkes Tak Berkembang Bikin Banyak Perusahaan Mati Suri, Ini Penyebabnya
Meneropong Peluang Pasar...
Meneropong Peluang Pasar Industri Alkes, OneMed Agresif Gandeng Mitra Global
Hospital Expo 2023,...
Hospital Expo 2023, Pameran Alat Kesehatan Terbesar di Asia Tenggara Digelar 18-21 Oktober
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
41 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
49 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Jika Israel Langgar...
Jika Israel Langgar Gencatan Senjata, Houthi akan Terus Menyerang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved