Harga Minyak Dunia Turun Lagi Dipicu Stok Melimpah
Rabu, 31 Januari 2018 - 11:07 WIB
Harga Minyak Dunia Turun Lagi Dipicu Stok Melimpah
A
A
A
TOKYO - Harga minyak dunia hari ini turun berturut-turut dalam tiga hari setelah data dari sebuah badan industri menunjukkan stok minyak mentah naik lebih dari yang diperkirakan pekan lalu. Sementara aksi jual komoditas lain, saham dan obligasi menambah suasana bearish bagi investor.
Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (31/1/2018), harga minyak brent, sebagai patokan harga minyak global, turun 0,69 sen atau sekitar 1% ke level USD68,33 per barel pada pukul 02.44 GMT, terendah hampir dua pekan.
Sementara harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) turun, 67 sen atau 1% ke level USD63,83 per barel, setelah jatuh ke level terlemahnya dalam lebih dari sepekan.
Harga minyak mentah AS kemarin turun 1,6% dan ditutup pada level USD64,50 per barel, penurunan kontrak jauh melampaui penurunan 0,6% pada harga brent.
"Peningkatan kekhawatiran terhadap kenaikan produksi AS terus meningkatkan tekanan pada komoditas ini. Selama beberapa tahun terakhir, produsen AS telah mendapatkan terobosan signifikan dalam industri pasar minyak global," kata Mihir Kapadia, chief executive Sun Global Investments.
Harga minyak WTI dan brent masih berada di jalur untuk kenaikan bulan kelima. Namun, laporan dari American Petroleum Institute kemarin menunjukkan bahwa stok minyak mentah naik 3,2 juta barel pekan lalu memicu koreksi lebih lanjut ke pasar.
Hal tersebut terjadi setelah data menunjukkan bahwa perusahaan energi AS menambah 12 rig minyak pekan lalu, kenaikan mingguan terbesar sejak Maret. Data Departemen Energi AS hari ini kemungkinan akan menunjukkan peningkatan kenaikan persediaan untuk pertama kalinya dalam 11 pekan.
Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (31/1/2018), harga minyak brent, sebagai patokan harga minyak global, turun 0,69 sen atau sekitar 1% ke level USD68,33 per barel pada pukul 02.44 GMT, terendah hampir dua pekan.
Sementara harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) turun, 67 sen atau 1% ke level USD63,83 per barel, setelah jatuh ke level terlemahnya dalam lebih dari sepekan.
Harga minyak mentah AS kemarin turun 1,6% dan ditutup pada level USD64,50 per barel, penurunan kontrak jauh melampaui penurunan 0,6% pada harga brent.
"Peningkatan kekhawatiran terhadap kenaikan produksi AS terus meningkatkan tekanan pada komoditas ini. Selama beberapa tahun terakhir, produsen AS telah mendapatkan terobosan signifikan dalam industri pasar minyak global," kata Mihir Kapadia, chief executive Sun Global Investments.
Harga minyak WTI dan brent masih berada di jalur untuk kenaikan bulan kelima. Namun, laporan dari American Petroleum Institute kemarin menunjukkan bahwa stok minyak mentah naik 3,2 juta barel pekan lalu memicu koreksi lebih lanjut ke pasar.
Hal tersebut terjadi setelah data menunjukkan bahwa perusahaan energi AS menambah 12 rig minyak pekan lalu, kenaikan mingguan terbesar sejak Maret. Data Departemen Energi AS hari ini kemungkinan akan menunjukkan peningkatan kenaikan persediaan untuk pertama kalinya dalam 11 pekan.
(izz)
Lihat Juga :