Harga Emas Antam Tembus Rp645.000/Gram, Emas Dunia Jatuh
Kamis, 01 Februari 2018 - 11:54 WIB
Harga Emas Antam Tembus Rp645.000/Gram, Emas Dunia Jatuh
A
A
A
JAKARTA - Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini menjelang akhir pekan bertahan di zona hijau untuk meneruskan tren kenaikan. Lonjakan emas dalam negeri mengiringi kejatuhan emas dunia terimbas sinyal kenaikan suku bunga AS atau Fed rate.
Seperti dilansir Logammulia.com, Kamis (1/2/2018) harga jual emas Antam meningkat sebesar Rp3.000 menjadi Rp645.000 per gram dibandingkan posisi sebelumnya Rp642.000/gram. Penguatan juga terjadi pada harga buyback menjadi Rp570.000/gram dari sebelumnya Rp566.000/gram.
Untuk harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.253.000 dengan harga per gram Rp626.500. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.862.000 dengan harga per gram Rp620.667. Sedangkan harga emas 4 gram senilai Rp2.472.000 dengan harga per gram Rp618.000. Emas ukuran 5 gram seharga Rp3.079.000 dengan harga per gram Rp615.800.
Harga emas 10 gram dijual Rp6.084.000 dengan harga per gram Rp608.400. Harga emas 25 gram Rp15.109.000 dengan harga per gram Rp604.360. Harga emas 50 gram sebesar Rp30.106.000 dengan harga per gram Rp602.120. Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp60.085.000 dengan harga per gram Rp600.850.
Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp149.917.000 dengan harga per gram Rp599.668 dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp299.541.000 dengan harga per gram Rp599.082.
Peningkatan juga terlihat pada harga jual emas Antam di Pulogadung menjadi Rp638.000/gram dari sebelumnya Rp635.000/gram dan harga buyback di level Rp570.000 per gram. Harga emas Antam di Jakarta II lebih tinggi pada posisi Rp645.000 per gram dengan buyback bertambah Rp4.000 ke level Rp570.000 per gram.
Dilansir Reuters, harga emas dunia menyusut pada Kamis pagi setelah Federal Reserve AS alias The Fed memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga, namun mengisyaratkan kenaikan akhir tahun ini. Harga emas di pasar spot turun 0,2% pada pukul USD1,342.70 per ons.
Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,3% di posisi USD1,342.90 per ons. Tercatat harga emas naik lebih dari 3% di bulan Januari, untuk menjadi raihan terbaik sejak Agustus yang sebagian besar disebabkan oleh melemahnya dolar.
Seperti dilansir Logammulia.com, Kamis (1/2/2018) harga jual emas Antam meningkat sebesar Rp3.000 menjadi Rp645.000 per gram dibandingkan posisi sebelumnya Rp642.000/gram. Penguatan juga terjadi pada harga buyback menjadi Rp570.000/gram dari sebelumnya Rp566.000/gram.
Untuk harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.253.000 dengan harga per gram Rp626.500. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.862.000 dengan harga per gram Rp620.667. Sedangkan harga emas 4 gram senilai Rp2.472.000 dengan harga per gram Rp618.000. Emas ukuran 5 gram seharga Rp3.079.000 dengan harga per gram Rp615.800.
Harga emas 10 gram dijual Rp6.084.000 dengan harga per gram Rp608.400. Harga emas 25 gram Rp15.109.000 dengan harga per gram Rp604.360. Harga emas 50 gram sebesar Rp30.106.000 dengan harga per gram Rp602.120. Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp60.085.000 dengan harga per gram Rp600.850.
Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp149.917.000 dengan harga per gram Rp599.668 dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp299.541.000 dengan harga per gram Rp599.082.
Peningkatan juga terlihat pada harga jual emas Antam di Pulogadung menjadi Rp638.000/gram dari sebelumnya Rp635.000/gram dan harga buyback di level Rp570.000 per gram. Harga emas Antam di Jakarta II lebih tinggi pada posisi Rp645.000 per gram dengan buyback bertambah Rp4.000 ke level Rp570.000 per gram.
Dilansir Reuters, harga emas dunia menyusut pada Kamis pagi setelah Federal Reserve AS alias The Fed memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga, namun mengisyaratkan kenaikan akhir tahun ini. Harga emas di pasar spot turun 0,2% pada pukul USD1,342.70 per ons.
Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,3% di posisi USD1,342.90 per ons. Tercatat harga emas naik lebih dari 3% di bulan Januari, untuk menjadi raihan terbaik sejak Agustus yang sebagian besar disebabkan oleh melemahnya dolar.
(akr)
Lihat Juga :