Rupiah Ditutup Anjlok Menjelang Akhir Pekan Saat USD Terpental

Kamis, 01 Februari 2018 - 17:40 WIB
Rupiah Ditutup Anjlok...
Rupiah Ditutup Anjlok Menjelang Akhir Pekan Saat USD Terpental
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan, Kamis (1/2/2018) ditutup semakin anjlok, untuk melengkapi raihan negatif sepanjang hari ini. Kejatuhan mata uang Garuda terjadi saat USD justru bergerak cenderung mendatar hingga sesi sore.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg di akhir sesi hari ini bertengger ke level Rp13.424/USD atau merosot tajam dari penutupan kemarin di posisi Rp13.386/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp13.389-Rp13.433/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hingga sesi perdagangan sore berada di posisi Rp13.423/USD atau tercatat jauh melemah dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.387/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp13.383-Rp13.430/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berada di level Rp13.420/USD atau merosot semakin dalam dibanding akhir perdagangan tengah pekan kemarin di level Rp13.388/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan pada level Rp13.402/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah sedikit membaik dibandingkan posisi akhir perdagangan kemarin Rp13.413/USD.

Dilansir Reuters, dolar kembali menyusut setelah Federal Reserve mengatakan bahwa inflasi kemungkinan akan meningkat tahun ini. Namun dengan perkiraan pengetatan moneter, para pelaku pasar menunggu untuk melihat apakah data yang akan datang akan memberi dorongan lebih banyak ke greenback.

USD yang terjebak di dekat posisi terendah tiga tahun setelah kinerja bulanan terburuk sejak pertengahan 2016, naik di perdagangan Asia sebelum melepaskan kenaikan tersebut untuk kembali jatuh. Mata uang AS telah berjuang tahun ini karena pengetatan moneter yang diharapkan di bagian dunia yang lain.

Terhadap enam mata uang utama lainnya, dolar terpental dari posisi atas dengan kecenderungan flat pada hari ini di level 89.082. Angka ini menyentuh level terendah tiga tahun baru di 88.438 awal pekan ini.

Saat melawan euro, USD juga menghentikan kenaikannya dan turun 0,1% karena single currency sekali lagi mendorong melewati USD1,24 untuk diperdagangkan pada posisi 1,24275. Sedangkan euro naik sekitar 3,5% pada bulan Januari, di mana ia mencapai puncak tiga tahun di atas USD1,25, di tengah prospek Bank Sentral Eropa untuk mulai menormalisasi kebijakan moneter tahun ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
38 menit yang lalu
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
1 jam yang lalu
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
2 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
2 jam yang lalu
Hijaukan Kaltim! Aksi...
Hijaukan Kaltim! Aksi Nyata Pegadaian Tanam 2.000 Pohon Demi Masa Depan
2 jam yang lalu
Perkuat Daya Saing,...
Perkuat Daya Saing, LOTTE Chemical Indonesia Raih Tiga Sertifikasi ISO
2 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved