Harga Minyak Dunia Merangkak Naik di Tengah Lonjakan Produksi AS
Jum'at, 02 Februari 2018 - 10:56 WIB
Harga Minyak Dunia Merangkak Naik di Tengah Lonjakan Produksi AS
A
A
A
TOKYO - Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) memperpanjang tren kenaikan untuk hari ketiga pada perdagangan Jumat (2/2/2018), setelah sebuah survei menunjukkan kepatuhan yang kuat terkait upaya OPEC memangkas produksi. Komitmen anggota OPEC serta Rusia mengimbangi kekhawatiran tentang melonjaknya produksi minyak AS.
Dilansir Reuters, harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) tercatat bertambah 32 sen atau 0,5% menjadi USD66,12 per barel pada pukul 01.08 GMT. Sedangkan minyak Brent yang menjadi patokan global lewat kenaikan terbesar 19 sen atau 0,3% menjadi USD69,84 per barel.
Produksi minyak OPEC naik pada Januari dari level terendah delapan bulan karena output yang lebih tinggi dari Nigeria dan Arab Saudi mengimbangi penurunan lebih lanjut di Venezuela. Ditambah penguatan terhadap kesepakatan pengurangan pasokan yang diusung OPEC seperti disampaikan sebuah survei yang dilakukan Reuters.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memompa 32,4 juta barel per hari (bpd) pada bulan Januari, survei tersebut menerangkan ada kenaikan sebesar 100.000 bpd dari bulan Desember. Total bulan lalu direvisi turun 110.000 bpd ke level terendah sejak April 2017.
Meski begitu, kepatuhan produsen yang terlibat dalam kesepakatan untuk mengekang pasokan naik menjadi 138% dari 137% di bulan Desember. Dalam survei tersebut menunjukkan bahwa komitmen tersebut tidak akan tergoyahkan bahkan ketika harga minyak mencapai tingkat tertinggi sejak tahun 2014.
"Ini menggarisbawahi komitmen kartel, dan mitra Rusia mereka, untuk menjaga pasokan di bawah harga minyak," kata Greg McKenna, kepala strategi pasar pada broker berjangka AxiTrader. Namun menariknya terang dia fokus investor masih kepada kenaikan produksi AS dimana melampaui 10 juta bpd pada bulan November untuk pertama kalinya sejak 1970.
Dilansir Reuters, harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) tercatat bertambah 32 sen atau 0,5% menjadi USD66,12 per barel pada pukul 01.08 GMT. Sedangkan minyak Brent yang menjadi patokan global lewat kenaikan terbesar 19 sen atau 0,3% menjadi USD69,84 per barel.
Produksi minyak OPEC naik pada Januari dari level terendah delapan bulan karena output yang lebih tinggi dari Nigeria dan Arab Saudi mengimbangi penurunan lebih lanjut di Venezuela. Ditambah penguatan terhadap kesepakatan pengurangan pasokan yang diusung OPEC seperti disampaikan sebuah survei yang dilakukan Reuters.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memompa 32,4 juta barel per hari (bpd) pada bulan Januari, survei tersebut menerangkan ada kenaikan sebesar 100.000 bpd dari bulan Desember. Total bulan lalu direvisi turun 110.000 bpd ke level terendah sejak April 2017.
Meski begitu, kepatuhan produsen yang terlibat dalam kesepakatan untuk mengekang pasokan naik menjadi 138% dari 137% di bulan Desember. Dalam survei tersebut menunjukkan bahwa komitmen tersebut tidak akan tergoyahkan bahkan ketika harga minyak mencapai tingkat tertinggi sejak tahun 2014.
"Ini menggarisbawahi komitmen kartel, dan mitra Rusia mereka, untuk menjaga pasokan di bawah harga minyak," kata Greg McKenna, kepala strategi pasar pada broker berjangka AxiTrader. Namun menariknya terang dia fokus investor masih kepada kenaikan produksi AS dimana melampaui 10 juta bpd pada bulan November untuk pertama kalinya sejak 1970.
(akr)
Lihat Juga :