Rupiah Dibuka Makin Parah Nyaris Tembus Level Rp13.500/USD
Senin, 05 Februari 2018 - 10:08 WIB
Rupiah Dibuka Makin Parah Nyaris Tembus Level Rp13.500/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka melemah semakin parah hingga menembus level Rp13.500/USD. Kondisi pelemahan ini di tengah menguatnya USD terhadap beberapa mata uang lainnya.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini ini dibuka pada level Rp13.498/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah jauh melemah dibandingkan posisi perdagangan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.428/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, pada sesi pembukaan berada di level Rp13.490/USD atau jauh memburuk dari posisi akhir perdagangan kemarin Rp13.452/USD. Sementara, pada pukul 10.00 WIB berada di level Rp13.499/USD dengan kisaran harian Rp13.483-Rp13.505/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di awal perdagangan pada pukul 10.02 WIB ke posisi Rp13.497/USD atau melemah dari posisi penutupan sebelumnya Rp13.448/USD. Pergerakan harian rupiah pada akhir pekan ada di level Rp13.446-Rp13.500/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah pagi memburuk ke level Rp13.500/USD dibandingkan kahir pekan kemarin yang berakhir pada posisi Rp13.455/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, USD menguat pada hari ini setelah data lapangan kerja AS menunjukkan optimis yang membuat yield obligasi melonjak pada prospek kenaikan inflasi dan ekuitas.
Indeks dolar terhadap enam mata uang utama berada di level 89.222 setelah menguat 0,6% pada Jumat, ketika laporan gaji AS menunjukkan upah tumbuh pada laju tercepat dalam lebih dari 8,5 tahun dan memicu ekspektasi inflasi.
USD terhadap yen turun 0,2% menjadi 109,975 karena kerugian Wall Street pada Jumat melorot ke Asia. Dolar yang jatuh ke level terendah empat bulan di 108.280 pada 26 Januari, naik ke level tertinggi terhadap yen pada level 110.485 pada Jumat. Ini menarik kembali kemudian karena momok inflasi membuat saham Wall Street lebih rendah.
Yen cenderung mendapat keuntungan pada saat risk aversion berkat status yang dirasakannya sebagai safe haven. "Meskipun kelemahan pasar saham membebani dolar terhadap yen, arus tampaknya telah berbalik untuk mata uang setelah laporan pekerjaan AS," kata Yukio Ishizuki, ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities di Tokyo.
"Spekulan terlalu lama melakukan pelemahan yen, mungkin dengan harapan yang salah arah terhadap kebijakan Bank of Japan. Tapi perbedaan yield AS-Japan sekarang terlalu lebar untuk diabaikan," imbuh Ishizuki.
Dengan imbal hasil Treasury yang mencapai empat tahun tertinggi setelah laporan pekerjaan, spread yield 10 tahun AS-Jepang naik ke level tertinggi sejak akhir 2007.
USD telah tenggelam tajam terhadap yen ketika BOJ memangkas jumlah obligasi pemerintah Jepang yang dibelinya pada operasi pembelian utang pada awal Januari, yang oleh beberapa pelaku pasar dianggap sebagai sinyal bahwa bank sentral tengah bersiap keluar dari langkahnya yang mudah terkait kebijakan moneter.
Euro terhadap USD stabil di posisi 1,2450 setelah melemah 0,5% pada akhir pekan kemarin dari posisi puncaknya dalam tiga tahun di level 1,2538 yang dicapai pada 26 Januari.
Dolar Australia terhadap USD turun 0,1% ke level 0,7912, terendah dalam tiga pekan dan memperpanjang penurunannya setelah jatuh 1,5% pada Jumat kemarin. Di sisi lain, poundsterling terhadap USD berubah pada level 1,4111 setelah merosot 1% pada hari sebelumnya.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini ini dibuka pada level Rp13.498/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah jauh melemah dibandingkan posisi perdagangan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.428/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, pada sesi pembukaan berada di level Rp13.490/USD atau jauh memburuk dari posisi akhir perdagangan kemarin Rp13.452/USD. Sementara, pada pukul 10.00 WIB berada di level Rp13.499/USD dengan kisaran harian Rp13.483-Rp13.505/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di awal perdagangan pada pukul 10.02 WIB ke posisi Rp13.497/USD atau melemah dari posisi penutupan sebelumnya Rp13.448/USD. Pergerakan harian rupiah pada akhir pekan ada di level Rp13.446-Rp13.500/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah pagi memburuk ke level Rp13.500/USD dibandingkan kahir pekan kemarin yang berakhir pada posisi Rp13.455/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, USD menguat pada hari ini setelah data lapangan kerja AS menunjukkan optimis yang membuat yield obligasi melonjak pada prospek kenaikan inflasi dan ekuitas.
Indeks dolar terhadap enam mata uang utama berada di level 89.222 setelah menguat 0,6% pada Jumat, ketika laporan gaji AS menunjukkan upah tumbuh pada laju tercepat dalam lebih dari 8,5 tahun dan memicu ekspektasi inflasi.
USD terhadap yen turun 0,2% menjadi 109,975 karena kerugian Wall Street pada Jumat melorot ke Asia. Dolar yang jatuh ke level terendah empat bulan di 108.280 pada 26 Januari, naik ke level tertinggi terhadap yen pada level 110.485 pada Jumat. Ini menarik kembali kemudian karena momok inflasi membuat saham Wall Street lebih rendah.
Yen cenderung mendapat keuntungan pada saat risk aversion berkat status yang dirasakannya sebagai safe haven. "Meskipun kelemahan pasar saham membebani dolar terhadap yen, arus tampaknya telah berbalik untuk mata uang setelah laporan pekerjaan AS," kata Yukio Ishizuki, ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities di Tokyo.
"Spekulan terlalu lama melakukan pelemahan yen, mungkin dengan harapan yang salah arah terhadap kebijakan Bank of Japan. Tapi perbedaan yield AS-Japan sekarang terlalu lebar untuk diabaikan," imbuh Ishizuki.
Dengan imbal hasil Treasury yang mencapai empat tahun tertinggi setelah laporan pekerjaan, spread yield 10 tahun AS-Jepang naik ke level tertinggi sejak akhir 2007.
USD telah tenggelam tajam terhadap yen ketika BOJ memangkas jumlah obligasi pemerintah Jepang yang dibelinya pada operasi pembelian utang pada awal Januari, yang oleh beberapa pelaku pasar dianggap sebagai sinyal bahwa bank sentral tengah bersiap keluar dari langkahnya yang mudah terkait kebijakan moneter.
Euro terhadap USD stabil di posisi 1,2450 setelah melemah 0,5% pada akhir pekan kemarin dari posisi puncaknya dalam tiga tahun di level 1,2538 yang dicapai pada 26 Januari.
Dolar Australia terhadap USD turun 0,1% ke level 0,7912, terendah dalam tiga pekan dan memperpanjang penurunannya setelah jatuh 1,5% pada Jumat kemarin. Di sisi lain, poundsterling terhadap USD berubah pada level 1,4111 setelah merosot 1% pada hari sebelumnya.
(izz)