Makin Terperosok, Rupiah Ditutup Terobos Level Rp13.500/USD

Senin, 05 Februari 2018 - 17:13 WIB
Makin Terperosok, Rupiah...
Makin Terperosok, Rupiah Ditutup Terobos Level Rp13.500/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup semakin terperosok hingga menerobos level Rp13.500/USD. Kejatuhan mata uang Garuda saat tren penguatan USD terhadap beberapa mata uang lainnya berhenti.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi perdagangan sore berada pada posisi Rp13.520/USD atau tak berdaya saat berhadapan dengan mata uang Negeri Paman Sam dibanding penutupan sebelumnya Rp13.448/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp13.446-Rp13.525/USD.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah bertengger ke level Rp13.520/USD atau jauh memburuk dari penutupan kemarin Rp13.452/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp13.482-Rp13.528/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini menjadi Rp13.492/USD atau melemah dibanding akhir perdagangan sebelumnya di level Rp13.455/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah sore ini tertahan di level Rp13.498/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah melemah dibandingkan posisi perdagangan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.428/USD.

Dilansir Reuters, Senin (5/2/2018), USD berhenti pada hari ini setelah rebound pada akhir pekan lalu, ketika sebuah laporan pekerjaan yang kuat, mungkin telah berjalan terlalu jauh dan cepat.

Laporan payroll AS pada Jumat kemarin menunjukkan upah tumbuh pada laju tercepat dalam lebih dari delapan tahun, menyebabkan USD menguat, yang telah terjebak pada posisi terendah dalam tiga tahun setelah aksi jual selama sebulan.

Indeks USD terhadap enam mata uang sedikit berubah di level 89.175 setelah menguat 0,6% pada Jumat kemarin. USD terhadap euro melayang di levele 1,2445, turun dari level terendahnya dalam tiga tahun di posisi 1,2538 yang dicapai pekan lalu.

USD terhadap yen bertahan di atas level 110 setelah mencapai level 110.485 pada Jumat, menguat dari level terendah dalam empat bulan di posisi 108.280 pada 26 Januari. Ini menarik kembali, karena momok inflasi membuat saham AS lebih rendah.

"Meskipun pelemahan pasar saham membebani USD terhadap yen, arus tampaknya telah berbalik untuk mata uang setelah laporan pekerjaan AS," kata Yukio Ishizuki, ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities di Tokyo.

"Spekulan telah terlalu lama melakukan pelemahan yen, mungkin dengan harapan yang salah arah terhadap kebijakan Bank of Japan. Tapi perbedaan yield AS-Japan sekarang terlalu lebar untuk diabaikan," Kata Ishizuki.

USD telah turun terhadap yen saat Bank of Japan memangkas jumlah obligasi pemerintah Jepang yang dibelinya pada operasi pembelian utang reguler pada awal Januari. Beberapa pelaku pasar menganggap itu sebagai sinyal bahwa bank sentral tengah bersiap untuk mengakhiri kebijakan moneternya yang mudah.

Dolar Australia terhadap USD diperdagangkan pada level 0,7929 setelah menyentuh 0,7891, terendah dalam tiga pekan menyusul penurunan 1,5% pada Jumat. Aussie telah naik ke posisi 0.8136 pada akhir Januari, tertinggi dalam lebih dari dua tahun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved