Rupiah Anteng di Zona Merah, IHSG Siang Ini Makin Tersungkur
Selasa, 06 Februari 2018 - 12:36 WIB
Rupiah Anteng di Zona Merah, IHSG Siang Ini Makin Tersungkur
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini, masih anteng di zona merah mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang semakin tidak berdaya.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.587/USD atau masih memburuk dari posisi sebelumnya di level Rp13.520/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.560-Rp13.621/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.600/USD atau semakin melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.520/USD. Pergerakan harian rupiah siang ini berada di kisaran level Rp13.518-Rp13.605/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah siang ini pada level Rp13.578/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah semakin tidak berdaya alias memburuk dibandingkan posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.498/USD.
Di sisi lain, IHSG sesi I melemah semakin parah hingga 2,47% setara 162,86 poin ke level 6.426,82 setelah pada sesi pembukaan melemah 93,23 poin atau setara 1,41% ke level 6.496,45. Sebelumnya, IHSG kemarin ditutup berkurang 39,15 poin atau 0,59% menjadi 6.589,67.
Sektor saham dalam negeri siang ini semuanya berada di area negatif dengan sektor industri dasar melemah terdalam sebesar 5,09% disusul sektor pertambangan dan perkebunan yang masing-masing melemah 4,41% dan 3,68%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,74 triliun dengan 12,02 miliar saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing minus Rp900,61 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,53 triliun serta aksi beli asing mencapai Rp1,63 triliun. Tercatat 28 saham naik, 383 saham turun dan 79 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR), PT Link Net Tbk (LINK), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO). Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL).
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.587/USD atau masih memburuk dari posisi sebelumnya di level Rp13.520/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.560-Rp13.621/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.600/USD atau semakin melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.520/USD. Pergerakan harian rupiah siang ini berada di kisaran level Rp13.518-Rp13.605/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah siang ini pada level Rp13.578/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah semakin tidak berdaya alias memburuk dibandingkan posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.498/USD.
Di sisi lain, IHSG sesi I melemah semakin parah hingga 2,47% setara 162,86 poin ke level 6.426,82 setelah pada sesi pembukaan melemah 93,23 poin atau setara 1,41% ke level 6.496,45. Sebelumnya, IHSG kemarin ditutup berkurang 39,15 poin atau 0,59% menjadi 6.589,67.
Sektor saham dalam negeri siang ini semuanya berada di area negatif dengan sektor industri dasar melemah terdalam sebesar 5,09% disusul sektor pertambangan dan perkebunan yang masing-masing melemah 4,41% dan 3,68%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,74 triliun dengan 12,02 miliar saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing minus Rp900,61 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,53 triliun serta aksi beli asing mencapai Rp1,63 triliun. Tercatat 28 saham naik, 383 saham turun dan 79 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR), PT Link Net Tbk (LINK), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO). Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL).
(izz)