Pertamina Berikan Bantuan Listrik dengan Teknologi HEOP
Sabtu, 10 Februari 2018 - 07:27 WIB
Pertamina Berikan Bantuan Listrik dengan Teknologi HEOP
A
A
A
JAKARTA - Sejalan dengan program Pertamina dalam mengembangkan program energy baru terbarukan, Pertamina Refinery Unit IV Cilacap melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bidang pemberdayaan masyarakat memberikan bantuan berupa tenaga listrik menggunakan teknologi Hybrid Energy One Pole (HEOP) untuk warga di Dusun Bondan Desa Ujung Alang Kecamatan Kampung Laut Cilacap.
Bantuan teknologi HEOP ini bermula pada akhir 2016 lalu, ketika Pertamina RU IV Cilacap menyelenggarakan lomba inovasi teknologi. Salah satu pemenangnya adalah mahasiswa STT PLN Jakarta yang mengembangkan teknologi HEOP. Teknologi itu menggabungkan antara panel surya dengan kincir angin yang menghasilkan listrik.
Kemudian teknologi ini dicoba untuk di implementasikan oleh Serikat Pekerja Patra Wijayakusuma (SP PWK) dengan Dusun Bondan terpilih sebagai pilot project karena listrik PLN belum masuk ke daerah itu. Dan tersedianya energi angin dan surya yang cukup, sehingga inovasi teknologi itu akan mampu menjawab kebutuhan listrik di daerah setempat.
Satu instalasi HEOP dipasang dan berhasil menerangi tiga rumah, masjid serta ruang pertemuan. Program ini kemudian dilanjutkan dengan dana dari CSR sebesar Rp281 juta lebih untuk pengembangan HEOP di Dusun Bondan.
Ada 15 titik instalasi HEOP yang sudah didirikan, yang masing-masing dapat melayani penerangan untuk 3-5 rumah, total ada 54 rumah yang sudah menikmati listrik. Selain itu, bagi rumah yang lokasinya cukup jauh dan tidak terjangkau teknologi HEOP maka digunakan panel surya di atap rumahnya. Ada 14 rumah di dusun setempat yang dibantu panel surya untuk menghasilkan listrik.
"Dusun Bondan dijadikan sebagai kampung kincir, sebuah kawasan mandiri energi yang merupakan energi baru terbarukan (EBT). Sebab, kincir angin yang dipadu dengan sel surya dalam teknologi HEOP tersebut merupakan inovasi ramah lingkungan. Jadi, Pertamina tidak hanya membantu warga meninggalkan gelap menuju terang, melainkan juga mengampanyekan energi ramah lingkungan tanpa polutan," kata Unit Manager Communications & CSR Pertamina RU IV Cilacap Binu Bowo lspramito dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/2/2018).
Berdasarkan lokasinya, Dusun Bondan memang termasuk pelosok. Untuk menjangkau dusun ini harus menggunakan perahu compreng atau kapal kecil dengan jarak tempuh sekitar 2,5-3 jam dari Dermaga Sleko, Cilacap. Dusun Bondan dihuni oleh 72 kepala keluarga (KK) yang hampir seluruhnya belum menikmati listrik.
Saat malam datang, dusun gelap. Kalau pun ada penerangan, hanya terbatas. Sebagai upaya menerangirumah mereka, sejumlah warga menarik kabel dari desa lain untuk mengalirkan listrik PLN dengan jarak hingga 5 kilometer. Tetapi nyala lampu menjadi byarpet karena terlalu jauh jaraknya. Sebagian warga lainnya masih menggunakan pelita minyak tanah untuk penerangan di kala malam.
Bantuan teknologi HEOP ini bermula pada akhir 2016 lalu, ketika Pertamina RU IV Cilacap menyelenggarakan lomba inovasi teknologi. Salah satu pemenangnya adalah mahasiswa STT PLN Jakarta yang mengembangkan teknologi HEOP. Teknologi itu menggabungkan antara panel surya dengan kincir angin yang menghasilkan listrik.
Kemudian teknologi ini dicoba untuk di implementasikan oleh Serikat Pekerja Patra Wijayakusuma (SP PWK) dengan Dusun Bondan terpilih sebagai pilot project karena listrik PLN belum masuk ke daerah itu. Dan tersedianya energi angin dan surya yang cukup, sehingga inovasi teknologi itu akan mampu menjawab kebutuhan listrik di daerah setempat.
Satu instalasi HEOP dipasang dan berhasil menerangi tiga rumah, masjid serta ruang pertemuan. Program ini kemudian dilanjutkan dengan dana dari CSR sebesar Rp281 juta lebih untuk pengembangan HEOP di Dusun Bondan.
Ada 15 titik instalasi HEOP yang sudah didirikan, yang masing-masing dapat melayani penerangan untuk 3-5 rumah, total ada 54 rumah yang sudah menikmati listrik. Selain itu, bagi rumah yang lokasinya cukup jauh dan tidak terjangkau teknologi HEOP maka digunakan panel surya di atap rumahnya. Ada 14 rumah di dusun setempat yang dibantu panel surya untuk menghasilkan listrik.
"Dusun Bondan dijadikan sebagai kampung kincir, sebuah kawasan mandiri energi yang merupakan energi baru terbarukan (EBT). Sebab, kincir angin yang dipadu dengan sel surya dalam teknologi HEOP tersebut merupakan inovasi ramah lingkungan. Jadi, Pertamina tidak hanya membantu warga meninggalkan gelap menuju terang, melainkan juga mengampanyekan energi ramah lingkungan tanpa polutan," kata Unit Manager Communications & CSR Pertamina RU IV Cilacap Binu Bowo lspramito dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/2/2018).
Berdasarkan lokasinya, Dusun Bondan memang termasuk pelosok. Untuk menjangkau dusun ini harus menggunakan perahu compreng atau kapal kecil dengan jarak tempuh sekitar 2,5-3 jam dari Dermaga Sleko, Cilacap. Dusun Bondan dihuni oleh 72 kepala keluarga (KK) yang hampir seluruhnya belum menikmati listrik.
Saat malam datang, dusun gelap. Kalau pun ada penerangan, hanya terbatas. Sebagai upaya menerangirumah mereka, sejumlah warga menarik kabel dari desa lain untuk mengalirkan listrik PLN dengan jarak hingga 5 kilometer. Tetapi nyala lampu menjadi byarpet karena terlalu jauh jaraknya. Sebagian warga lainnya masih menggunakan pelita minyak tanah untuk penerangan di kala malam.
(ven)
Lihat Juga :