Raih Kontrak Baru Penjualan Pesawat Militer, Airbus Hapus Kerugian

Jum'at, 16 Februari 2018 - 02:07 WIB
Raih Kontrak Baru Penjualan...
Raih Kontrak Baru Penjualan Pesawat Militer, Airbus Hapus Kerugian
A A A
TOULOUSE - Airbus perlahan mulai menghapus kerugian, setelah mengumumkan kesepakatan baru dengan tujuh negara pembeli yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) itu. Airbus menerima penghapusan nilai piutang (writedown) sebesar 1,2 miliar euro tahun lalu setelah pesawat militer A400M mengalami masalah gearbox pada mesin hingga total menelan kerugian lebih dari 8 miliar euro.

Seperti dilansir BBC, penjualan A400M telah mengalami kemunduran dalam beberapa tahun terakhir. Puncaknya saat pesawat angkut militer tersebut mengalami kecelakaan dalam uji coba di Spanyol pada tahun 2015 yang menyebabkan tewasnya keempat awak kapal. Namun Airbus melaporkan keuntungan yang lebih di 2017 sebesar 4,3 miliar euro dibandingkan 2016 hanya 3,9 miliar euro.

Saham perusahaan naik 10% pada perdagangan sesi siang, Kamis (15/2) dan pendapatan stabil pada angka 66,8 miliar euro atau lebih baik dari 66,6 miliar euro. Dalam pernyataan resmi, Airbus mengatakan peningkatan pesawatan cukup menjadi angin segar saat pendapatan sempat mengalami penurunan. Sementara pekan lalu, Airbus mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan tujuh negara NATO untuk pengiriman A400M.

"Pada program A400M, kami membuat kemajuan di bidang industri dan kemampuan ke depannya. Serta menyetujui sebuah baseline ulang dengan pelanggan pemerintah yang secara signifikan akan mengurangi risiko program yang tersisa. Hal ini tercermin dalam substansial biaya," ujar Chief Executive Officer Airbus Tom Enders dalam pernyataan resminya.

Airbus memperkirakan akan mengirimkan sekitar 800 pesawat komersial pada tahun 2018 jika produsen mesin memenuhi komitmen mereka. Jika mampu mencapai target pengiriman tersebut, dikatakan maka Airbus kemungkinan bisa mendapatkan kenaikan laba sekitar 20% tahun ini.

Di sisi lain pihak perusahaan menambahkan telah melanjutkan produksi pesawat komersial A320neo yang merupakan versi upgrade dari jet A320 medium dengan mesin yang lebih hemat bahan bakar. "Perkembangan A320neo tetap menantang dan mengharuskan pemasok mesin mengantarkan sesuai dengan komitmen," kata Airbus.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pilot Airbus A400M Bakal...
Pilot Airbus A400M Bakal Jalani Latihan 30 Hari Kerja di Indonesia
Pesawat Hidrogen Siap...
Pesawat Hidrogen Siap Terbang
Gegara yang Lain Sukses,...
Gegara yang Lain Sukses, Garuda Latah Tuntut Ganti Rugi ke Airbus
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Interior Pesawat Airbus A400M, Alutsista Canggih TNI Angkatan Udara
Air France dan Airbus...
Air France dan Airbus Diadili Atas Kecelakaan Maut di Samudra Atlantik 2009
Tantang Airbus dan Boeing,...
Tantang Airbus dan Boeing, China Luncurkan Pesawat Penumpang C919
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
28 menit yang lalu
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
49 menit yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
2 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
3 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
4 jam yang lalu
Infografis
The Protector, Kendaraan...
The Protector, Kendaraan Tempur Baru Militer Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved