Tingkat Konsumsi Ikan di Sleman Rendah, Ini Langkah Menteri Susi

Rabu, 21 Februari 2018 - 04:10 WIB
Tingkat Konsumsi Ikan...
Tingkat Konsumsi Ikan di Sleman Rendah, Ini Langkah Menteri Susi
A A A
SLEMAN - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan tantangan ke depan bangsa Indonesia adalah memenuhi kebutuhan pangan. Dan di tengah persaingan global, bukan hanya membutuhkan pangan yang cukup, juga harus memiliki nilai gizi. Sebab gizi akan berpengaruh dengan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Jika nilai gizi tinggi, maka kualitas SDM juga akan meningkat namun sebaliknya jika nilai gizi kurang, tentu kualitas SDM juga akan rendah. Satu diantara pangan yang memilki nilai gizi yang tinggi yakni ikan. Sehingga ikan akan menjadi komoditas yang penting.

"Untuk itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan produksi ikan. Diantaranya dengan budidaya ikan air tawar," kata Susi saat melihat pemanfaatan micro buble generator (MBG) untuk budidaya ikan di Bokesan, Sindumartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (20/2/2018).

Namun kendala yang ada saat ini, masyarakat Indonesia masih susah makan ikan. Bahkan di Yogyakarta, termasuk Sleman, tingkat konsumsi ikan paling rendah di Indonesia. Untuk itu, Susi meminta agar kebiasaan makan ikan harus dimulai. Apalagi budidaya ikan di Sleman cukup bagus. Harusnya konsumsi ikan juga semakin meningkat.

"Ikan dari Sleman jangan hanya dikirim ke luar daerah, tapi juga harus dimakan supaya sehat dan pintar. Kalau tidak makan ikan nanti saya tenggelamkan," ujar Susi dengan gaya andalannya.

Selain melihat penerapan teknologi MBG untuk budidaya ikan, dalam kesempatan itu, Susi juga melakukan panen ikan hasil budidaya MBG dan diakhiri dengan dialog dengan para petani dan penyuluh perikanan.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengakui meski tingkat produksi ikan konsumsi di Sleman cukup tinggi, yakni 49 ribu ton, tetapi untuk tingkat konsumsi memang masih sangat rendah. Dari standar nasional, rata-rata konsumsi ikan per kapita per tahun adalah 50 kg, tetapi di Sleman hanya sekitar 27 kg per kapita per tahun atau hanya separuhnya.

"Tingkat produksi ikan di Sleman sebenarnya tinggi tapi kebanyakan ikan dijual tidak untuk dikonsumsi sendiri. Untuk itu terus berupaya meningkatkan konsumsi ikan. Diantaranya dengan kampanye Gemari," ungkap bupati dua periode itu.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Memperkuat Ketahanan...
Memperkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Rakyat Melalui Perikanan Tangkap dan Budidaya
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Selain Dorong Ekonomi...
Selain Dorong Ekonomi Biru, KKP Berkomitmen Jaga Laut demi Generasi Mendatang
Dongkrak Ekonomi, KKP...
Dongkrak Ekonomi, KKP Kembangkan Potensi Kelautan Perikanan di Banten
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
7 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
7 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
7 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
8 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
8 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
8 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved