BI: Pelemahan Nilai Tukar Tidak Hanya Dialami Rupiah

Kamis, 01 Maret 2018 - 18:03 WIB
BI: Pelemahan Nilai...
BI: Pelemahan Nilai Tukar Tidak Hanya Dialami Rupiah
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar mata uang terhadap dolar Amerika Serikat (AS) merupakan sebuah fenomena global. Pelemahan nilai tukar tidak hanya dialami rupiah saja, melainkan hampir seluruh mata uang lainnya.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi mengatakan, pelemahan nilai tukar terjadi baik di negara maju maupun berkembang. Semua negara maju bahkan kursnya memerah sejak awal Februari 2018.

"Ini fenomenanya global, bukan hanya di satu negara rupiah saja. Jadi kelemahan nilai tukar hampir semua negara maju dan berkembang sama-sama mengalami pelemahan," katanya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Adapun negara maju yang kurs nilai tukarnya mengalami pelemahan terhadap dolar AS adalah Swedia yang kursnya melemah sekitar 4,89%, Australia sekitar 4%, Norwegia 2,5%, Eropa 1,7%, dan Singapura sekitar 1%. "Itu semua mata uang negara kuat. Sejak awal Februari sampai hari ini semuanya merah," tuturnya.

Sementara di negara berkembang, lanjut dia, pelemahan terjadi di Hungaria sekitar 2,9%, Korea 1,4%, Indonesia 2,8%, Malaysia 0,7%, China 0,7%, Korea 1,4%, dan India 2,4% Menurutnya, mata uang yang menguat hanyalah yen Jepang.

"Hampir tidak ada mata uang dunia tidak terdampak. Yang justru menguat adalah yen, karena dipandang sebagai safe heaven. Tapi negara lain tidak ada," tandasnya.

Terkait dengan itu, BI menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus dipantau. Bank sentral, kata dia, terus berada di pasar dan siap mengintervensi jika rupiah terus bergerak liar.

Dody mengungkapkan, BI sejatinya telah memperkirakan gejolak yang akan terjadi di pasar keuangan global saat ini. Karena itu pula BI tidak lagi menurunkan tingkat suku bunga acuannya.

"Jadi dari sisi respons BI sudah sejak lama mempersiapkan diri menghadapi situasi ini. Sejak September kita tidak lagi menurunkan suku bunga, kebijakan moneter tidak diubah supaya menunjukkan bahwa BI sudah mengantisipasi," katanya.

Selain itu, kebijakan lindung nilai (hedging) yang selama ini dijalankan bank sentral pun terus dilakukan. Hal ini sangat membantu, karena menyebabkan volume di pasar valuta asing (valas) tidak didominasi oleh pasar spot.

Mengenai intervensi BI, Doddy mengatakan bahwa bank sentral hanya akan campur tangan jika pelemahan rupiah dirasa sangat cepat dan sudah berlebihan.

"Ketika pagi ini menyentuh Rp13.800, sejak pasar valas di buka jam delapan pagi, kami sudah langsung siap, semua data yang muncul di pasar AS, sudah diantisipasi. Karena itu begitu market buka, kita sudah antisipasi," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
8 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved