IHSG Berakhir Tertahan di Level 6.582 Saat Bursa Asia Ambruk

Jum'at, 02 Maret 2018 - 16:52 WIB
IHSG Berakhir Tertahan...
IHSG Berakhir Tertahan di Level 6.582 Saat Bursa Asia Ambruk
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (2/3/2018) ditutup melemah ke level 6.582,32 usai kehilangan 23,74 atau 0,36% untuk melengkapi kejatuhan sepanjang hari ini. Keterpurukan bursa saham dalam negeri mengiringi bursa Asia yang juga turun tajam.

Pada perdagangan sesi siang sebelumnya, IHSG masih sulit keluar dari zona merah usai turun 0,55% atau 36,55 menjadi 6.569,50 ketika pada sesi pembukaan tercatat menyusut ke posisi 6.595,88. dengan penurunan 0,154%. Sedangkan bursa saham Tanah Air kemarin ditutup menguat 8,84 poin atau 0,13% ke level 6.606,05

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore bergerak dalam jalur negatif dipimpin pelemahan terdalam sektor pertambangan mencapai sebesar 2,68% yang diikuti kejatuhan sektor perkebunan 1,30%. Di sisi lain kenaikan justru dicetak sektor aneka industri 0,74%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,87 triliun dengan 10,03 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp685,37 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,16 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,47 triliun. Tercatat 139 saham menguat, 245 saham melemah dan 110 saham stagnan.

Seperti dilansir CNBC, secara keseluruhan bursa utama Asia pada perdagangan akhir pekan ini di awal bulan Maret, ditutup memerah. Di Tokyo, indeks patokan Nikkei Jepang jatuh sangat dalam mencapai 542,83 poin atau setara dengan 2,5% hingga berakhir pada posisi 21.181,64.

Saham produsen baja berada di bawah tekanan terimbas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang bakal memberlakukan tarif tinggi untuk impor baja dan alumunium. JFE Holdings menyusut 2,6% diikuti pelemahan Kobe Steel mencapai sebesar 2,68%.

Produsen mobil yang menggunakan produk baja serta aluminium juga turut terkena imbas, dimana seperti saham Honda Motor dan Toyota Motor tenggelam sangat dalam untuk masing-masing kehilangan 3,78% dan 2,37%.

Sektor lain, termasuk teknologi juga berakhir lebih rendah ketika Sony ambruk 1,23% dan SoftBank grup jatuh 3,55%. Di sisi lain pada pasar mata uang, USD memperpanjang kerugian saat berhadapan dengan Yen Jepang di posisi 105.88.

Di tempat lain, indeks Kospi Korea Selatan berkurang 1,04% untuk menyelesaikan sesi perdagangan di level 2.402,16 ketika saham teknologi dan manufaktur sebagian besar lebih rendah. Indeks kelas berat seperti Samsung Electronics jatuh 2,21 persen pada akhir sesi meskipun SK Hynix naik 0,78%.

Bursa Australia, S & P/ASX 200 juga turun 0,74% dan ditutup pada posisi 5.928,9 ketika pasar saham China juga mengikuti pasar regional yang lebih rendah. Indeks Hang Seng di Hong Kong jatuh cukup dalam hingga perdagangan sore ke level 2.402,16 dengan kehilangan 25,20 poin.

Sementara pergerakan lebih moderat ditunjukkan komposit Shanghai yang ditutup anjlok 19,23 poin atau 0,59% di level 3,254.58 dan komposit Shenzhen tergelincir 0,64%. Sentimen negatif masih datang dari pergerakan penurunan saham baja dan alumunium saat pasar bereaksi terhadap pernyataan Trump.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
41 menit yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
1 jam yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
2 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
2 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved