Bekas Negara Konflik Jadi Target Pasar Ekspor Baru Indonesia

Selasa, 06 Maret 2018 - 02:02 WIB
Bekas Negara Konflik...
Bekas Negara Konflik Jadi Target Pasar Ekspor Baru Indonesia
A A A
JAKARTA - Sudan, yang merupakan bekas negara konflik kini menjadi target pasar ekspor baru bagi Indonesia, terutama setelah sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) dicabut. Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Sudan Rossalis Rusman Adenan mengatakan, dengan dicabutnya sanksi tersebut membuat Sudan menjadi potensi ekspor Indonesia.

"Sudan memang dikenal penuh dengan konflik, tapi sejak 2011, Sudan Selatan sudah merdeka dan 6 Oktober 2017 lalu sanksi ekonomi AS sudah dicabut. Artinya, potensi itu semakin besar, selama ini memang volume perdagangan kita masih dibawah potensi," ujarnya di Jakarta, Senin (5/3).

(Baca Juga: Ekspor Ditarget Naik 500%, Pengusaha Terkendala Bea Masuk )

Lebih lanjut Rossalis menambahkan, sebelum ini, Indonesia banyak mengimpor minyak dari Sudan Selatan. Sementara potensi ekspor yang dibuka itu adalah di bidang perminyakan, pertambangan, terutama emas serta pertanian dan peternakan.

"Kita akan coba salah satu target awal kita di sana, nanti mendirikan Indonesia-Sudan business forum. Forum bisnis antara pengusaha Sudan dan Indonesia. Kita harapkan mereka mngadakan kegiatan plg gak setahun, dua kali," katanya.

Ditargetkan Rossalis, Sudan dapat menghadiri trade expo Indonesia November tahun ini dan dari sana mencoba untuk mengatur pengusaha Indonesia ke Sudan untuk berpartisipasi. "Kita harus melakukan pendekatan baru. Kita biasanya business meeting, nanti jadi business matching. Membuat suatu kajian apa kebutuhan mereka dan apa yang potensi kita ekspor," tuturnya.

Ketika sudah dipetakan, Dia mengutarakan, akan didakan pertemuan dengan harus ada deal yang konkret, sehingga forum tersebut berjalan sesuai harapan. "Kita harapkan forum ini bekerja sendiri sesuai dengan target mereka, tapi kita monitor. Kita dorong maksimal, salah satu yang didiskusikan adalah untuk pembiayaan. Sudan masih memiliki permasalahan, tapi ada cara mengatasinya, salah satunya melalui mekanisme pembiayaan dari pihak ketiga," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Warga Sambut Gembira...
Warga Sambut Gembira Ekspor Pentol Bakso
Ekspor Mobil Indonesia...
Ekspor Mobil Indonesia Diproyeksikan Tembus 500.000 Unit
KPK Sita Rp 52,3 Miliar,...
KPK Sita Rp 52,3 Miliar, Uang Setoran Eksportir Benur
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Ekspor Jatim Januari-Juli...
Ekspor Jatim Januari-Juli 2020 Turun 4,17%
Nelayan Sukabumi Serentak...
Nelayan Sukabumi Serentak Demo Minta Jokowi Cabut PP Larangan Ekspor Benur
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved