IHSG Awal Pekan Menguat Tipis, Bursa Asia Menanjak
Senin, 12 Maret 2018 - 09:59 WIB
IHSG Awal Pekan Menguat Tipis, Bursa Asia Menanjak
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (12/3/2018) dibuka berbalik menguat, setelah akhir pekan kemarin sempat merosot. IHSG mengawali pagi ini dengan penguatan sebesar 0,25% ke level 6.459,32
Sementara pada akhir perdagangan Jumat kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup menunduk 9,70 poin atau 0,15% menjadi 6.433,32. Pada sesi pembukaan hari ini sektor saham secara keseluruhan berada di zona hijau dipimpin lonjakan tertinggi pertambangan 2,23% untuk kemudian diikuti aneka industri sebesar 1,25%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp39 miliar dengan 25 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp5,27 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp14,33 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp19,60 miliar. Tercatat 36 saham naik, 3 saham turun dan 6 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) meningkat Rp275 menjadi Rp50.550, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik Rp150 ke posisi Rp10.550 serta PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) bertambah Rp100 ke level Rp23.400.
Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) melemah Rp125 menjadi Rp50.850, PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp75 menjadi Rp7.675 dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menyusut Rp20 menjadi Rp4.660.
Seperti dilansir CNBC hari ini, pasar saham Asia mengawali minggu ini dengan hasil positif terimbas data cemerlang ketenagakerjaan AS. Di Tokyo, indeks Nikkei Jepang meningkat 1,69% atau 361,14 poin, setelah mencatat kenaikan di atas 400 poin sebelumnya. Sementara indeks patokan Kospi di Korea Selatan, tertahan meski naik 0,95%.
Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,29% atau 399,36 poin ditopang penguatan sektor energi dan teknologi memimpin kenaikan lebih luas. Bursa saham di daratan China tidak terkecuali juga lebih tinggi, meski cendering tipis.
Komposit Shanghai bertambah tidak terlalu besar mencapai 0,23% dan komposit Shenzhen meningkat 0,67 persen. Sedangkan bursa Australia, ASX 200 naik 0,81%. Kenaikan tersebut dipimpin oleh sub sektor material dan energi, yang masing-masing naik 1,74% dan 1,39%.
Sementara pada akhir perdagangan Jumat kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup menunduk 9,70 poin atau 0,15% menjadi 6.433,32. Pada sesi pembukaan hari ini sektor saham secara keseluruhan berada di zona hijau dipimpin lonjakan tertinggi pertambangan 2,23% untuk kemudian diikuti aneka industri sebesar 1,25%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp39 miliar dengan 25 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp5,27 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp14,33 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp19,60 miliar. Tercatat 36 saham naik, 3 saham turun dan 6 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) meningkat Rp275 menjadi Rp50.550, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik Rp150 ke posisi Rp10.550 serta PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) bertambah Rp100 ke level Rp23.400.
Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) melemah Rp125 menjadi Rp50.850, PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp75 menjadi Rp7.675 dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menyusut Rp20 menjadi Rp4.660.
Seperti dilansir CNBC hari ini, pasar saham Asia mengawali minggu ini dengan hasil positif terimbas data cemerlang ketenagakerjaan AS. Di Tokyo, indeks Nikkei Jepang meningkat 1,69% atau 361,14 poin, setelah mencatat kenaikan di atas 400 poin sebelumnya. Sementara indeks patokan Kospi di Korea Selatan, tertahan meski naik 0,95%.
Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,29% atau 399,36 poin ditopang penguatan sektor energi dan teknologi memimpin kenaikan lebih luas. Bursa saham di daratan China tidak terkecuali juga lebih tinggi, meski cendering tipis.
Komposit Shanghai bertambah tidak terlalu besar mencapai 0,23% dan komposit Shenzhen meningkat 0,67 persen. Sedangkan bursa Australia, ASX 200 naik 0,81%. Kenaikan tersebut dipimpin oleh sub sektor material dan energi, yang masing-masing naik 1,74% dan 1,39%.
(akr)
Lihat Juga :