Harga Minyak Dunia Stabil Ditopang Permintaan Global
Kamis, 15 Maret 2018 - 10:09 WIB
Harga Minyak Dunia Stabil Ditopang Permintaan Global
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak dunia cenderung stabil pada perdagangan awal hari ini, Kamis (15/3/2018) didukung oleh permintaan global yang kembali pulih. Namun kenaikan produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS) terus-menerus merongrong upaya OPEC yang mencoba mengurangi pasokan dan menopang pasar.
Seperti dilansir Reuters, harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD61,05 per barel pada pukul 01.29 GMT, dengan kenaikan 9 sen atau 0,15% dari penutupan sebelumnya. Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent bertengger di posisi USD64,95 per barel atau bertambah 8 sen yang setara 0,1%.
Harga minyak mentah mendapatkan dukungan dari permintaan yang membaik. Ditambah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) pada tengah pekan ini, mengungkapkan bahwa konsumsi minyak diperkirakan akan tumbuh sebesar 1,62 juta barel per hari (bpd) pada 2018.
Namun, di tengah kenaikan pasar justru dibebani oleh produksi minyak mentah AS yang terus meningkat bahkan mencapai rekor lain minggu lalu. Tercatat produksi AS bertambah hingga 10,38 juta bpd atau lebih tinggi 23% sejak pertengahan 2016. Persediaan minyak mentah komersial naik 5 juta barel pada level 430,93 juta barel.
Produksi minyak mentah AS yang telah melampaui eksportir utama Arab Saudi, diperkirakan akan meningkat di atas 11 juta barel per hari akhir tahun ini, mengambil posisi teratas dari Rusia, menurut Badan Energi Internasional. Melonjaknya output AS, serta meningkatnya produksi di Kanada dan Brazil, merongrong upaya oleh Timur Tengah serta OPEC untuk menjaga tak terjadinya banjir pasokan.
OPEC pada hari Rabu menaikkan perkiraan untuk pasokan minyak non-anggota hampir dua kali lipat pertumbuhan yang diprediksi empat bulan lalu. Grup tersebut mengatakan bahwa produsen non-OPEC akan meningkatkan pasokan sebesar 1,66 juta bph pada 2018. Tapi karena OPEC memperkirakan permintaan tahun ini akan tumbuh hanya 1,62 juta bpd, itu akan membuat pasar sedikit oversupplied dan mungkin memerlukan pengekangan pasokan yang lebih lama atau lebih.
Seperti dilansir Reuters, harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD61,05 per barel pada pukul 01.29 GMT, dengan kenaikan 9 sen atau 0,15% dari penutupan sebelumnya. Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent bertengger di posisi USD64,95 per barel atau bertambah 8 sen yang setara 0,1%.
Harga minyak mentah mendapatkan dukungan dari permintaan yang membaik. Ditambah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) pada tengah pekan ini, mengungkapkan bahwa konsumsi minyak diperkirakan akan tumbuh sebesar 1,62 juta barel per hari (bpd) pada 2018.
Namun, di tengah kenaikan pasar justru dibebani oleh produksi minyak mentah AS yang terus meningkat bahkan mencapai rekor lain minggu lalu. Tercatat produksi AS bertambah hingga 10,38 juta bpd atau lebih tinggi 23% sejak pertengahan 2016. Persediaan minyak mentah komersial naik 5 juta barel pada level 430,93 juta barel.
Produksi minyak mentah AS yang telah melampaui eksportir utama Arab Saudi, diperkirakan akan meningkat di atas 11 juta barel per hari akhir tahun ini, mengambil posisi teratas dari Rusia, menurut Badan Energi Internasional. Melonjaknya output AS, serta meningkatnya produksi di Kanada dan Brazil, merongrong upaya oleh Timur Tengah serta OPEC untuk menjaga tak terjadinya banjir pasokan.
OPEC pada hari Rabu menaikkan perkiraan untuk pasokan minyak non-anggota hampir dua kali lipat pertumbuhan yang diprediksi empat bulan lalu. Grup tersebut mengatakan bahwa produsen non-OPEC akan meningkatkan pasokan sebesar 1,66 juta bph pada 2018. Tapi karena OPEC memperkirakan permintaan tahun ini akan tumbuh hanya 1,62 juta bpd, itu akan membuat pasar sedikit oversupplied dan mungkin memerlukan pengekangan pasokan yang lebih lama atau lebih.
(akr)
Lihat Juga :