Agriwarta Award 2018, Croplife Ingin Isu Pertanian Jadi Perhatian
Jum'at, 16 Maret 2018 - 16:15 WIB
Agriwarta Award 2018, Croplife Ingin Isu Pertanian Jadi Perhatian
A
A
A
JAKARTA - Mendorong isu pertanian agar menjadi perhatian utama, baik itu pemerintah, masyarakat, instansi terkait hingga media membuat Croplife Indonesia menggelar lomba pemberitaan bertajuk 'Croplife Agriwarta Award 2018'. Sebagai sebuah organisasi non profit yang membawahi delapan perusahaan pestisida multinasional, Croplife juga ingin para petani mendapatkan informasi seputar praktik pertanian yang baik dan penggunaan pestisida secara bijak.
Salah satu upaya CropLife yakni mendorong media untuk lebih melirik isu pertanian sebagai perhatian utama, meski kerap dianggap kurang seksi. Padahal Praktik pertanian yang baik, ramah lingkungan dan berkelanjutan perlu segera direalisasikan dalam upaya mendukung terwujudnya swasembada dan ketahanan pangan. Untuk itu, CropLife mengapresiasi para pewarta di Indonesia, yang ikut berperan serta dalam mendukung edukasi dan penyampaian informasi yang baik kepada masyarakat.
"Inovasi dan teknologi produk perlindungan tanaman dan bioteknologi yang aman. Berorientasi pada kesehatan pengguna dan lingkungan serta berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kualitas sub-sektor pertanian dalam terwujudnya swasembada dan ketahanan pangan," ujar Agung Kurniawan selaku Direktur Executive Croplife Indonesia.
Ia juga menyakini bahwa dengan adanya kerja sama dan bantuan dari media, maka dapat mempercepat informasi kepada masyarakat khususnya petani. Sementara itu penggunaan sosial media dan aplikasi android juga merupakan terobosan baru yang untuk pertama kalinya diterapkan yang diterapkan Croplife bersama Karsa dalam upaya menyebarkan informasi pertanian.
"Sebagai aplikasi pertanian terdepan di Indonesia, kami bangga untuk bersama-sama Croplife dan Karsa menyebarkan pengetahuan pertanian yang baik di kalangan petani. Kami sangat mendukung usaha ini dan penggunaan teknologi digital secara tepat guna," kata Yudha Kartohadiprodjo pendiri dari Karsa.
Terkait dengan lomba penulisan sendiri mempunyai tema 'Tata Kelola Penggunaan Produk Perlindungan Tanaman/Pestisida yang Aman dan Berkelanjutan atau dikenal dengan Stewardship Program' merupakan bagian dari kegiatan Croplife yang berfokus pada edukasi dan kampanye positif tentang pertanian, terutama perlindungan tanaman.
Penjurian dilakukan dengan memilih tiga berita dari kategori media nasional dan media khusus pertanian yang memenuhi beberapa kriteria berikut yang dapat membantu pertanian di Indonesia. Pertama, penilaian dari segi kaidah jurnalistik serta mampu meningkatkan pengetahuan dan pengertian masyarakat tentang kegiatan pertanian dan perkembangannya di Indonesia.
Selain itu kriteria lainnya yakni bisa menjelaskan dengan baik usaha stewardship serta cara-cara melakukan pertanian secara bertanggung jawab secara jelas. Ditambah mampu mengutarakan dengan baik usaha Croplife dalam membina pertanian di Indonesia. Terakhir harus menggunakan data statistik secara akurat dan tepat. Lomba penulisan artikel/berita ini mengumpulkan 40 artikel/berita dari 20-an media.
Melalui penjurian yang ketat, dipilih 5 nominasi dari setiap kategori untuk akhirnya ditentukan pemenangnya. Pada acara CropLife Agriwarta Awards 2018 ini hadir pula Anik Kustaryati dari Direktorat Perlindungan Holtikultura Kementerian Pertanian, media nasional dan lokal, serta undangan lainnya.
Berikut ini nama-nama peraih penghargaan CropLife Agriwarta Awards 2018.
Kategori media nasional:
Pemenang I adalah sindonews.com dengan judul “Jaga Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lewat Penggunaan Bijak Pestisida”, ditulis oleh Anto Kurniawan.
Pemenang II adalah suarakarya.id dengan judul “Stewardship, Edukasi Ampuh Penggunaan Pestisida Secara Benar dan Aman”, ditulis oleh Laksito Adi Darmono.
Pemenang III adalah jpnn.com dengan judul “Croplife Edukasi Petani Tentang Penanganan Pestisida”, ditulis oleh Aam Amjad.
Kategori media pertanian dan local:
Pemenang I adalah Majalah Swadaya dengan judul “Croplife Bersama Pemerintah Perangi Pestisida Palsu”, ditulis oleh M. Syakir.
Pemenang II adalah Majalah Hortus.com dengan judul “Menjaga Stabilitas Produksi Tanaman dengan Pestisida”, ditulis oleh Neneng Maghfiroh.
Pemenang III adalah Tabloid Sinar Tani dengan judul “Penggunaan Pestisida Harus Berpedoman 6 Prinsip”, ditulis oleh Tetuko Joko Indarto.
Salah satu upaya CropLife yakni mendorong media untuk lebih melirik isu pertanian sebagai perhatian utama, meski kerap dianggap kurang seksi. Padahal Praktik pertanian yang baik, ramah lingkungan dan berkelanjutan perlu segera direalisasikan dalam upaya mendukung terwujudnya swasembada dan ketahanan pangan. Untuk itu, CropLife mengapresiasi para pewarta di Indonesia, yang ikut berperan serta dalam mendukung edukasi dan penyampaian informasi yang baik kepada masyarakat.
"Inovasi dan teknologi produk perlindungan tanaman dan bioteknologi yang aman. Berorientasi pada kesehatan pengguna dan lingkungan serta berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kualitas sub-sektor pertanian dalam terwujudnya swasembada dan ketahanan pangan," ujar Agung Kurniawan selaku Direktur Executive Croplife Indonesia.
Ia juga menyakini bahwa dengan adanya kerja sama dan bantuan dari media, maka dapat mempercepat informasi kepada masyarakat khususnya petani. Sementara itu penggunaan sosial media dan aplikasi android juga merupakan terobosan baru yang untuk pertama kalinya diterapkan yang diterapkan Croplife bersama Karsa dalam upaya menyebarkan informasi pertanian.
"Sebagai aplikasi pertanian terdepan di Indonesia, kami bangga untuk bersama-sama Croplife dan Karsa menyebarkan pengetahuan pertanian yang baik di kalangan petani. Kami sangat mendukung usaha ini dan penggunaan teknologi digital secara tepat guna," kata Yudha Kartohadiprodjo pendiri dari Karsa.
Terkait dengan lomba penulisan sendiri mempunyai tema 'Tata Kelola Penggunaan Produk Perlindungan Tanaman/Pestisida yang Aman dan Berkelanjutan atau dikenal dengan Stewardship Program' merupakan bagian dari kegiatan Croplife yang berfokus pada edukasi dan kampanye positif tentang pertanian, terutama perlindungan tanaman.
Penjurian dilakukan dengan memilih tiga berita dari kategori media nasional dan media khusus pertanian yang memenuhi beberapa kriteria berikut yang dapat membantu pertanian di Indonesia. Pertama, penilaian dari segi kaidah jurnalistik serta mampu meningkatkan pengetahuan dan pengertian masyarakat tentang kegiatan pertanian dan perkembangannya di Indonesia.
Selain itu kriteria lainnya yakni bisa menjelaskan dengan baik usaha stewardship serta cara-cara melakukan pertanian secara bertanggung jawab secara jelas. Ditambah mampu mengutarakan dengan baik usaha Croplife dalam membina pertanian di Indonesia. Terakhir harus menggunakan data statistik secara akurat dan tepat. Lomba penulisan artikel/berita ini mengumpulkan 40 artikel/berita dari 20-an media.
Melalui penjurian yang ketat, dipilih 5 nominasi dari setiap kategori untuk akhirnya ditentukan pemenangnya. Pada acara CropLife Agriwarta Awards 2018 ini hadir pula Anik Kustaryati dari Direktorat Perlindungan Holtikultura Kementerian Pertanian, media nasional dan lokal, serta undangan lainnya.
Berikut ini nama-nama peraih penghargaan CropLife Agriwarta Awards 2018.
Kategori media nasional:
Pemenang I adalah sindonews.com dengan judul “Jaga Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lewat Penggunaan Bijak Pestisida”, ditulis oleh Anto Kurniawan.
Pemenang II adalah suarakarya.id dengan judul “Stewardship, Edukasi Ampuh Penggunaan Pestisida Secara Benar dan Aman”, ditulis oleh Laksito Adi Darmono.
Pemenang III adalah jpnn.com dengan judul “Croplife Edukasi Petani Tentang Penanganan Pestisida”, ditulis oleh Aam Amjad.
Kategori media pertanian dan local:
Pemenang I adalah Majalah Swadaya dengan judul “Croplife Bersama Pemerintah Perangi Pestisida Palsu”, ditulis oleh M. Syakir.
Pemenang II adalah Majalah Hortus.com dengan judul “Menjaga Stabilitas Produksi Tanaman dengan Pestisida”, ditulis oleh Neneng Maghfiroh.
Pemenang III adalah Tabloid Sinar Tani dengan judul “Penggunaan Pestisida Harus Berpedoman 6 Prinsip”, ditulis oleh Tetuko Joko Indarto.
(akr)
Lihat Juga :