Sri Mulyani: Butuh Model Perpajakan Baru di Era Ekonomi Digital

Kamis, 22 Maret 2018 - 13:28 WIB
Sri Mulyani: Butuh Model...
Sri Mulyani: Butuh Model Perpajakan Baru di Era Ekonomi Digital
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa dunia membutuhkan model perpajakan baru yang lebih sesuai dengan perkembangan ekonomi digital saat ini. Sebab, model perpajakan tradisional yang didasarkan pada keberadaan fisik suatu perusahaan (physical presence) dinilai sudah tidak lagi relevan.

Hal itu diungkapkan Sri Mulyani dalam pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di Buenos Aires, Argentina, pada 19-20 Maret 2018. Menurut dia, model perpajakan baru tersebut adalah dengan menggunakan pendekatan kegiatan ekonomi (significant economic presence).

"Semua negara menghadapi hal yang sama, yaitu digitalisasi ekonomi yang sudah dan akan semakin terjadi. Memang ada manfaatnya, tetapi juga ada ancaman dari segi perpajakan, yakni erosi basis pajak dan kompleksitas penetapan nilai tambahnya," ungkap Sri Mulyani dalam keterangan tertulis, Kamis (22/3/2018).

Sri menambahkan, kebijakan perpajakan tersebut juga harus dapat menciptakan lingkungan yang kondusif tanpa menghambat perkembangan ekonomi digital itu sendiri.

Dia juga menegaskan bahwa Indonesia melalui forum G20 mendukung adanya kajian cara pemungutan pajak yang adil bagi negara maupun para pelaku ekonomi digital. Keadilan tersebut diperlukan untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat mendapatkan manfaat dan menjaga level playing field di semua sektor usaha.

Dalam pertemuan tersebut, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 juga mendiskusikan isu-isu terkini, seperti crypto asset dan anti-terrorist financing. Terkait perkembangan crypto asset, G20 sepakat bahwa negara-negara perlu membangun kerangka regulasi yang tepat dan melakukan pengawasan menyeluruh.

Namun demikian, forum G20 menganggap bahwa saat ini, perkembangan crypto asset belum mengancam stabilitas keuangan, karena skalanya yang masih kecil.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Sukses Raup Cuan di...
Sukses Raup Cuan di Usia Muda
Kesepakatan Baru Perpajakan...
Kesepakatan Baru Perpajakan Internasional, Apa Untungnya Bagi Indonesia?
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital
Dominasi E-Commerce...
Dominasi E-Commerce di Ekonomi Digital Indonesia
KTT G20 Beragendakan...
KTT G20 Beragendakan Transformasi Ekonomi Berbasis Digital
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
1 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
3 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
3 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
3 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
3 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
3 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved