IHSG Akhir Pekan Dibuka Ambruk Saat Bursa Asia Merosot

Jum'at, 23 Maret 2018 - 09:50 WIB
IHSG Akhir Pekan Dibuka...
IHSG Akhir Pekan Dibuka Ambruk Saat Bursa Asia Merosot
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Jumat (23/3/2018) dibuka ambruk usai kehilangan 115,96 poin atau setara 1,9% ke posisi 6.138. Ambruknya bursa saham Tanah Air pagi ini mengiringi bursa Asia yang kebanyakan merosot ke posisi lebih rendah.

Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup jatuh 58,76 poin atau 0,93% menjadi 6.254,07. Sebelumnya, indeks sempat dibuka menguat 0,3% atau 19,15 poin ke level 6.331,98.

Pagi ini sektor saham dalam negeri bergerak dalam jalur merah dipimpin kejatuhan terdalam aneka industri yang kehilangan 2.44% untuk kemudian diikuti pelemahan manufaktur sebesar 2.16%. Selanjutnya giliran sektor konsumer yang jatuh 2.13% ketika tidak ada satupun sektor yang menghijau.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp695 miliar dengan 982 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp89,30 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp259,04 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp169,74 miliar. Tercatat 32 saham naik, 257 saham turun dan 62 saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bank Dinar Indonesia Tbk. (DNAR) naik Rp66 menjadi Rp332, PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP) bertambah Rp60 menjadi Rp426 serta PT Tanah Laut Tbk (INDX) meningkat Rp40 ke posisi Rp181.

Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp200 menjadi Rp7.150, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) berkurang Rp160 menjadi Rp2.640 dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) menyusut Rp80 menjadi Rp2.390.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar Asia merosot pada akhir pekan mengikuti kejatuhan tajam bursa saham Amerika Serikat dan Eropa seiring kemungkinan munculnya perang dagang. Indeks Nikkei pagi ini jatuh 3.59% untuk tenggelam ke level terendah sekitar lima bulan.

Saham eksportir utama seperti Toyota jatuh 2,57% dan Sony kehilangan 3,02%. Sedangkan indeks Topix yang lebih luas melemah 2,88% dengan hampir semua sektor lebih rendah saat sektor material dan keuangan mencetak kerugian terbesar.

Sementara indeks patokan Kospi di Seoul menyusut 2,25% seiring kejatuhan saham-saham teknologi seperti Samsung Electronics yang tenggelam hingga 3,01%. Pasar saham di daratan China seperti indeks Hang Seng, Hong Kong lebih rendah 3.09%.

Selanjutnya giliran komposit Shanghai turun 2,98% dan komposit Shenzhen kehilangan 3,3% mengawali perdagangan di bawah tekanan. Di Sydney, bursa saham ASX 200 meluncur 1,9% saat semua sektor yang diperdagangkan berada dalam zona merah.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Sulit Tembus Level...
IHSG Sulit Tembus Level 6.400, Ini Penyebabnya
266 Saham Terkulai,...
266 Saham Terkulai, IHSG Ditutup Anjlok 32,47 poin ke 6.277
233 Saham Melemah, IHSG...
233 Saham Melemah, IHSG Ditutup Turun ke Level 6.324
Terkoreksi Lagi, IHSG...
Terkoreksi Lagi, IHSG Ditutup Turun 14,56 Poin ke Level 6.309
Ada Potensi Koreksi,...
Ada Potensi Koreksi, IHSG Diprediksi Kembali Melemah Hari Ini
IHSG Diprediksi Menghijau,...
IHSG Diprediksi Menghijau, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
Berita Terkini
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
15 menit yang lalu
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
41 menit yang lalu
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
1 jam yang lalu
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
9 jam yang lalu
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
10 jam yang lalu
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
11 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved