Strategi Kemenpar Promosikan Industri Kuliner di Luar Negeri

Sabtu, 24 Maret 2018 - 22:06 WIB
Strategi Kemenpar Promosikan...
Strategi Kemenpar Promosikan Industri Kuliner di Luar Negeri
A A A
JAKARTA - Kementerian Pariwisata menyiapkan tiga strategi untuk mengembangkan industri pariwisata kuliner. Tujuannya agar semakin go international. Ketiga strategi tersebut adalah memperkenalkan makanan nasional, sertifikasi destinasi kuliner, dan co-branding Wonderful Indonesia dengan restoran di luar negeri. Tiga strategi itu dikenal dengan Diaspora Restaurant.

"Pak Presiden Jokowi pada pertengahan tahun lalu berucap, diplomasi terbaik di dunia baik secara sosial budaya maupun ekonomi, adalah melalui kuliner. Dan memang benar itu sudah dipakai beberapa negara di Asia," kata Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata, Vita Datau Messakh dalam keterangan resmi, Sabtu (24/3/2018).

Bukan tanpa alasan Kemenpar menjalin kerja sama dengan berbagai pelaku kulier luar negeri. Tujuannya adalah untuk meningkatkan awareness tentang kuliner Indonesia. Khususnya di masyarakat dunia.

Vita juga menjelaskan, kerja sama ini juga akan membentuk pandangan dan reputasi yang positif tentang kuliner Indonesia. Dan yang terakhir tentunya meningkatkan minat wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia.

“Tahun 2018 ini, targetnya 100 restoran yang tersebar di berbagai target market yang potensi mendatangkan wisatawan ke Indonesia. Baik Amerika, Eropa, hingga Asia," ujarnya.

Vita yang juga Ketua Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) menyebut, pada Kamis (22/3) telah melakukan penandatangaan (MoU) dengan 10 restoran. Yaitu yang ada di Australia, Singapura, Malaysia, Belanda, Perancis, dan Amerika Serikat.

"Batch kedua nantinya akan kami lakukan. Targetnya 100 ditahun 2018. Restorannya berasal dari Jepang, Hong Kong dan China, Inggris, Korea, Thailand, Spanyol dan lainnya. Targetnya juga jelas, terdapat travel agent sesuai originasi (masuknya unsur budaya baru yang sebelumnya belum dikenal dan menimbulkan perubahan besar), komunitas pecinta makanan dan travel originasi, akademi gastronomi originasi, media dan blogger originasi, kritikus makanan originasi, diaspora Indonesia originasi, pelaku restoran Indonesia yang juga sesuai orginasi," pungkas Vita.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga angkat bicara tentang diplomasi kuliner. Menurutnya ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan diplomasi kuliner.

Pertama menetapkan national food, karena Indonesia belum punya, sementara negara lain sudah melakukannya. Kedua, menetapkan destinasi kuliner. Dan ketiga, mempromosikan dan mem-branding restoran Indonesia yang sudah ada di luar negeri (resto diaspora).

"Namun ini adalah nice problem karena kita terlalu banyak pilihan. Akhirnya dari hasil diskusi Kemenpar, Bekraf, Kemenlu, dan BKPM menetapkan soto sebagai makanan nasional Indonesia. Namun Kemenpar menetapkan rendang, soto, nasi goreng, sate, gado-gado sebagai lima makanan nasional. Sementara untuk minuman diputuskan kopi sebagai minuman nasional,” ujar Arief.

Pria Berdarah Banyuwangi itu juga menyebut, sektor kuliner dalam industri pariwisata menyumbang sekitar 30%-40% pendapatan pariwisata. Ekonomi kreatif berkontribusi sebesar 7,38% terhadap perekonomian nasional dengan total PDB sekitar Rp852,24 triliun, dari total kontribusi tersebut subsektor kuliner menyumbang 41,69%.

"Diplomasi terbaik di dunia baik secara sosial budaya maupun ekonomi adalah melalui kuliner. Kuliner adalah diplomasi ekonomi paling halus (soft diplomacy). Saya meyakini restoran-restoran Indonesia di luar negeri ini akan menjadi channel diplomasi kuliner yang sangat ampuh untuk mempromosikan Indonesia di luar negeri," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kekayaan Hayati Indonesia...
Kekayaan Hayati Indonesia Modal Terciptanya Keanekaragaman Kuliner
Dorong Pemulihan Sektor...
Dorong Pemulihan Sektor Pariwisata, Sandiaga Tebar Dana ke Bisnis Fesyen hingga Kuliner
Promosikan Indonesia,...
Promosikan Indonesia, Majalah Kuliner Digital Akan Terbit di Prancis
Dorong Generasi Muda...
Dorong Generasi Muda Geluti Bisnis Kuliner, Sandiaga Uno Bagikan Jurus Sukses
Terus Bertumbuh, Perlu...
Terus Bertumbuh, Perlu Inovasi Baru untuk Tingkatkan Sektor Kuliner
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Berita Terkini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
4 menit yang lalu
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
15 menit yang lalu
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
18 menit yang lalu
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
35 menit yang lalu
Tol Kataraja Siap Beroperasi...
Tol Kataraja Siap Beroperasi Akhir Tahun 2026, Bandara Soetta-PIK 2 Hanya 7 Menit
56 menit yang lalu
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
58 menit yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved